Student Journalism: Zikir Kekuatan Hati

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:42 WIB
Mizwar Buduwus Shoba, santri PP Al-Madienah Denanyar, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)
Mizwar Buduwus Shoba, santri PP Al-Madienah Denanyar, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)

Minggu (8/2) di Pondok Pesantren Al-Madienah, Denanyar, Jombang, KH Muhammad Najib Muhammad selaku pengasuh menyampaikan pentingnya zikir. 

’’Zikir itu jangan hanya diucapkan saat kita merasa sunyi atau sedih, tetapi jadikan zikir sebagai napas kehidupan spiritual. Karena hati yang selalu mengingat Allah tidak akan goyah menghadapi ujian dunia,’’ tuturnya.

Zikir merupakan fondasi kehidupan spiritual yang menenangkan hati dan memperkuat iman. Bukan sekedar ucapan lisan, zikir menghidupkan kesadaran batin untuk selalu dekat dengan Allah Ta’ala.

Baca Juga: Bersepeda hingga Mendaki, Begini Sisi Lain Albarian Risto Gunarto

Dengan zikir setiap manusia mampu menghadapi tantangan hidup dengan ketenangan dan kesabaran.

Seperti yang disampaikan KH Muhammad Hasib Muhammad, zikir sebaiknya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat merasa sedih atau sendiri.

Hati yang senantiasa berzikir tidak mudah goyah. Dan jiwa yang mengingat Allah akan selalu kuat menghadapi ujian dunia.  

Allah Ta’ala berfirman dalam Quran surah Ar-Ra‘d ayat 28: Orang-orang yang beriman hatinya menjadi tenang dengan mengingat Allah.

Baca Juga: Profil Albarian Risto Gunarto, ASN Jombang dengan Segudang Pengalaman

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Oleh karena itu, membiasakan zikir adalah investasi spiritual yang membawa keberkahan.

Ia tidak hanya memberikan ketenangan saat gelisah, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, kesadaran, dan kedamaian batin dalam setiap langkah hidup. 

Menjadikan zikir sebagai napas kehidupan akan membuat hidup lebih bermakna dan penuh berkah.   

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berzikir kepada Tuhannya seperti orang yang hidup dan orang yang mati.

Oleh: Mizwar Buduwus Shoba, santri PP Al-Madienah Denanyar, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
pp al-madienah denanyar hati Jombang Student Journalism zikir