Student Journalism: Tidak Ramai Saat Salat

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:37 WIB
El Shakeyla Arsya Najwa, kelas 3 Azzahrawi SDI Tebuireng Ir Soedigno Kecamatan Kesamben, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)
El Shakeyla Arsya Najwa, kelas 3 Azzahrawi SDI Tebuireng Ir Soedigno Kecamatan Kesamben, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)

Rabu (16/9) di depan musala SDI Tebuireng Ir Soedigno Kecamatan Kesamben, Ustazah Iis, berpesan tidak boleh ramai saat salat. Karena salat itu sedang menghadap Allah Ta’ala.

’’Ramai saat salat berarti kita tidak sopan. Kita menghadap Allah harus khusyuk dan suci,’’ tuturnya.

Saat wudu pun tidak boleh ramai agar semua anggota wudu terbasuh dengan sempurna. Anggota wudu yang tidak terbasuh air kelak akan dimasuki api neraka.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Tiga Perkara yang Dibenci Allah

Suatu ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam melihat sahabat yang terburu-buru saat wudu sehingga tumitnya tidak terbasuh air wudu.

Nabi lalu bersabda; Celakalah tumit-tumit dari siksa neraka karena tidak terbasuh air wudu. Sempurnakanlah wudu kalian.

Biasanya jika ramai saat salat harus mengulangi salat lagi. Juga bisa dihukum disuruh berdiri. Jadi kita salat ramai bisa berdosa. Bukannya mendapat pahala malah mendapat dosa.

Di sekolah kita dibiasakan salat berjamaah agar saat di rumah juga terbiasa salat berjamaah.

Baca Juga: PT Annisa Siapkan Gugatan PMH, Bantah Tak Hadiri Klarifikasi

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang istiqamah salat berjamaah akan diberi lima hal.

Pertama, bebas dari kesempitan rezeki sehingga rezekinya luas. Kedua, bebas siksa kubur. Ketiga, menerima catatan amal tangan kanan.

Melewati jembatan sirotol mustaqim secepat kilat. Serta kelima, masuk surga tanpa hisab.

Oleh: El Shakeyla Arsya Najwa, kelas 3 Azzahrawi SDI Tebuireng Ir Soedigno Kecamatan Kesamben, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
tidak ramai SDI Tebuireng Ir Soedigno Jombang Student Journalism salat