Student Journalism: Sehat Tanpa Es

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 06:21 WIB
Muhammad Abdullah Jazari, kelas 8 Tahfidz-2 MTs MQ Tebuireng, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)
Muhammad Abdullah Jazari, kelas 8 Tahfidz-2 MTs MQ Tebuireng, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)

Kamis (17/9) usai salat Isya di Masjid Agung PP Madrasatul Quran Tebuireng, Ustaz Arjuna Adi Pratama selaku anggota MTT (Majelis Tarbiyah wa Ta’lim) menyampaikan peraturan baru terkait pembatasan minuman-minuman es dan dingin.

’’Kami membuat peraturan ini untuk kebaikan sampean-sampean sendiri terutama karena belakangan ini marak penyebaran virus influenza tipe A. Makanya untuk sementara kami batasi konsumsi es di pondok,’’ tuturnya.

Pembatasan jadwal keluar santri juga diberlakukan demi menjaga kesehatan. Hal ini bagus dan bisa diterapkan seperti atlet yang tidak boleh minum es karena bisa membuat lemas dan gampang lelah.

Baca Juga: Binrohtal: Tiga Hak Anak dalam Islam, Ini Kewajiban Orang Tua

Secara ilmiah, tubuh manusia mempunyai mekanisme untuk mempertahankan suhu tubuh dalam kondisi normal.

Ketika seseorang mengonsumsi minuman yang sangat dingin, tubuh akan melakukan penyesuaian terhadap perubahan suhu tersebut.

Karena itu, sebagian orang dapat merasa kurang nyaman setelah mengonsumsi minuman yang sangat dingin, terutama ketika kondisi tubuh sedang kurang fit.

Minuman dingin juga memperlambat pencernaan makanan.

Baca Juga: Perdana di Popkab Jombang, Berikut Para Juara Cabor Panjat Tebing

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.

Peraturan baru ini membawa banyak hal positif. Seperti pujasera yang semakin berinovasi sehingga banyak jajanan-jajanan baru yang lebih bervariasi. Serta para santri terlihat lebih banyak mengonsumsi air putih botolan. 

Oleh: Muhammad Abdullah Jazari, kelas 8 Tahfidz-2 MTs MQ Tebuireng, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
MTs MQ Tebuireng Jombang Student Journalism sehat