Senin (7/9) di Pondok Industri Minhajut Thullab, Dusun Juwet, Desa Dukuhdimoro, Ustad Zaenal Ma'arif kepala SMK Unggulan NU Mojoagung menyampaikan kiat mengatasi malas.
’’Paksa diri kalian untuk tidak malas, kalau tidak dipaksa, maka seterusnya akan malas. Mungkin awal-awal memang berat, tapi lama kelamaan rasa berat itu akan jadi biasa. Kalau sudah biasa, seterusnya akan menjadi terbiasa,’’ tuturnya.
Kunci untuk menghilangkan rasa malas yakni dengan memaksa diri kita sendiri untuk menjadi tidak malas. Itu sangat sulit dilakukan jika tidak memiliki niat yang kuat.
Baca Juga: Jalan Karangmojo-Jatimlerek Jombang Dibangun, Anggaran Rp 500 Juta
Makanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sangat mementingkan niat. Kita akan mendapatkan pahala sesuai niat.
Niat kuat ini tidak boleh hanya berhenti sebagai wacana di dalam kepala. Tetapi harus segera diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang konsisten setiap hari.
Langkah awal mendisiplinkan diri sering kali memicu penolakan keras. Di situlah letak ujian sesungguhnya dalam membentuk karakter yang tangguh.
Seiring berjalannya waktu, setiap lelah yang dilawan dan setiap rasa malas yang ditundukkan akan membentuk ritme baru yang membentuk kebiasaan positif secara alami.
Pada akhirnya, perjuangan yang sangat berat di awal itu akan berbuah manis. Menjadi kebiasaan positif yang ringan dan melekat erat dalam keseharian.
Oleh: Mochamad Dani Kurniawan, kelas XI TKJ 2 SMK Unggulan NU Mojoagung, Jombang
Editor : Ainul Hafidz