Minggu (1/8) di MA Madrasatul Quran Tebuireng, Ustad Muhammad Lutfi Alhafiz selaku Waka Kesiswaan mendampingi siswa mengikuti MTQ di Unisma Malang. Sebelum berangkat beliau berpesan agar minta doa ibu.
’’Sebelum maju lomba mintalah doa ibu kalian dengan hati tawaduk agar diberi kemudahan,’’ tuturnya.
Alhamdulillah saya juara 2 MHQ 5 juz tingkat Jawa Timur. Saya juga pernah juara 1 Porseni MTQ tingkat Jombang 2024.
Baca Juga: Hasil Lab Keluar, Udang Saus Padang MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Positif Mengandung E Coli
Doa dan dukungan ibu menjadi kekuatan dibalik keberhasilan anak. Ustad Haris, guru saya di Pondok Pesantren Nurussalam, Lodoyo, Blitar, berkata, setiap prestasi yang diraih seorang anak tidak selalu lahir dari kerja kerasnya sendiri.
Di balik perjuangan terdapat doa seorang ibu yang tak pernah berhenti dipanjatkan.
Ibu selalu memberikan semangat, dukungan penuh dan nasihat ketika anak menghadapi kesulitan.
Ketika seorang anak merasa gagal dan ingin menyerah, doa serta kasih sayang ibu menjadi alasan untuk kembali bangkit dan berusaha.
Baca Juga: Sungai di Jombang Penuh Endapan dan Limbah Berbau Busuk, DLH Jombang Bilang Begini
Karena itu jangan pernah lupa menghargai dan membahagiakan ibu selama masih ada kesempatan dan belum terlambat.
Tiada jalan tanpa debu dan tiada kesuksesan tanpa doa ibu. Makanya kita diperintahkan berbuat baik kepada ibu.
Sebagaimana disebutkan di Surat Luqman ayat 14. Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orang tuamu.
Oleh: Iklil Aufal Jaza Anwar, kelas 11-C MA Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz