Dalam perjalanan hidup, manusia sering sibuk mencari jalan menuju kesuksesan dan kebahagiaan duniawi. Namun ada satu perjalanan yang jauh lebih penting: Perjalanan menuju Allah Ta’ala.
Sebab, pada akhirnya kita semua akan kembali kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman: Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya (QS Al-Insyiqaq: 6).
Baca Juga: Jijik! Ada Ulat Hidup di Menu MBG Siswa SMA di Jombang
Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup sebenarnya adalah sebuah perjalanan menuju Allah Ta’ala, sadar ataupun tidak.
Pertanyaannya: Apakah jalan yang kita tempuh benar-benar membawa kita semakin dekat kepada-Nya?
Pada akhirnya, perjalanan spiritual bukan sekadar perjalanan fisik.
Ia adalah perjalanan ego menuju ketundukan. Kesombongan menuju kerendahan hati.
Baca Juga: Petrus Cs Divonis Lebih Ringan, Tiga Terdakwa Kasus Ganja di Jombang Banding
Kelalaian menuju kesadaran, dosa menjadi taubat, dan dari mencintai dunia secara berlebihan menuju mencintai Allah di atas segala-galanya.
Kalau hari ini masih banyak dosa, bertaubatlah. Hati masih keras, berzikirlah. Hidup terasa berat, bersabarlah. Jatuh, bangkitlah. Jika jauh, pulanglah.
Sebab Allah tidak meminta kita menjadi manusia tanpa dosa. Allah menghendaki kita menjadi hamba yang selalu kembali kepada-Nya.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mencari jalan keluar dari persoalan hidup.
Padahal yang kita butuhkan bukan sekadar jalan keluar, tetapi jalan pulang.
Pulang kepada Allah, zikir, salat, Alquran, taubat dan pulang kepada kehidupan yang lebih bermakna.
Jangan takut berjalan menuju Allah. Sebab setiap langkah menuju-Nya, sekecil apa pun, tidak pernah sia-sia.
Baca Juga: Oknum Guru di Jombang Dibekuk Polisi, Akui Cabuli Mantan Siswi 13 Kali
”Ya Allah, jangan biarkan perjalanan hidup kami hanya membuat kami semakin dekat kepada dunia, tetapi jauh dari-Mu. Tuntunlah langkah kami menuju jalan-Mu. Bersihkan hati kami, ampuni dosa kami, kuatkan iman kami, dan jadikan akhir perjalanan kami sebagai perjumpaan yang indah dengan-Mu.”
Jalan Tembus Menuju Allah, bukan tentang seberapa cepat kita sampai, tetapi tentang kesetiaan kita untuk terus berjalan menuju-Nya. (*)
Penulis:
Dr Nasrul Syarif MSi, Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa
Editor : Ainul Hafidz