RABU (2/9) di kelas 7-G MTsN 9 Jombang, Ustazah Srianah SPsi selaku guru Bimbingan Konseling menyampaikan pentingnya etika berinteraksi di era digital.
’’Kita harus beretika saat bersosial media dan tidak menyebarkan berita hoaks,’’ tuturnya.
Menjaga etika bersosial media bukan berarti membatasi kebebasan berekspresi, melainkan bentuk tanggung jawab atas setiap jejak digital yang dibuat.
Baca Juga: Izin Klinik Habis 2027, Perumda Seger Jombang Disiapkan Jadi Perseroda
Semua yang kita lakukan, ucapkan, dan tulis di media sosial kelak akan dihisab di hari kiamat. Sebagaimana disebutkan di Quran Surat Yasin 65.
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka lakukan.
Etika yang perlu diterapkan antara lain: Berpikir sebelum mengunggah.
Memastikan konten atau komentar yang dibagikan tidak menyinggung suku agama dan ras (SARA). Tidak memuat ujaran kebencian atau fitnah.
Baca Juga: Ditawarkan Pemkab Jombang, Proyek Sapi Potong Dilirik Investor
Menghargai privasi, tidak membagikan informasi pribadi milik diri sendiri maupun orang lain.
Seperti alamat rumah, nomor dokumen resmi, atau percakapan pribadi tanpa izin.
Memeriksa kebenaran sebuah berita sebelum membagikannya guna mencegah meluasnya disinformasi.
Menggunakan bahasa yang santun. Mengedepankan kesopanan meskipun berbeda pendapat.
Baca Juga: Bank Jombang Raih TOP GRC #Star 4, Dirut Sabet GRC Leader
Etika digital dapat menciptakan ruang siber yang aman, sehat, dan kondusif bagi semua orang. Kesadaran untuk saling menghormati di dunia maya membangun budaya berinternet yang positif.
Oleh: Haifa Iznina Zahrany, Kelas 7-G MTsN 9 Jombang di Tanjunganom
Editor : Ainul Hafidz