Student Journalism: Taat Perintah Guru

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 08:15 WIB
Arinka Aimatul Asyifa, Kelas 3 Azzahrawi SDI Tebuireng di Kesamben, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)
Arinka Aimatul Asyifa, Kelas 3 Azzahrawi SDI Tebuireng di Kesamben, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)

Rabu (2/9) di kelas 3 Azzahrawi SDI Tebuireng di Kecamatan Kesamben, Ustazah Syifa menyampaikan pentingnya taat perintah guru.

’’Kita akan sukses belajar jika mengikuti kata guru,’’ tuturnya.

Misalnya guru memberi pekerjaan rumah (PR) kemudian kita tidak mendengarkan. Maka kita tidak akan tahu kalau ada PR.

Baca Juga: Banyak Fasilitas di Sekolah Rakyat, Pemkab Jombang Usul Tambah Rambu Peringatan

Di Alquran ada kisah tentang murid yang tidak taat guru sehingga gagal belajar. Yakni kisah Nabi Musa alaihissalam dan Nabi Khidir alaihissalam di Surat Alkahfi.

Nabi Musa gagal belajar kepada Nabi Khidir karena tidak taat kepada perintah Nabi Khidir. 

Tidak hanya di sekolah, di rumah kita juga harus mendengarkan nasihat orang tua. Kita tidak boleh membantah nasihat orang tua. Membantah orang tua termasuk dosa. 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang tua kita ada tiga.

Pertama, yang melahirkan kita yakni bapak ibu kandung. Kedua, yang mengajari kita yakni bapak ibu guru. Serta yang menikahkan anaknya dengan kita yakni bapak ibu mertua.

Nabi juga bersabda; Rida Allah Ta’ala tergantung rida orang tua. Murka Allah Ta’ala juga tergantung murka orang tua. 

Oleh: Arinka Aimatul Asyifa, Kelas 3 Azzahrawi SDI Tebuireng di Kesamben, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
SDI Tebuireng Ir Soedigno taat Jombang Student Journalism guru