Student Journalism: Salat Khusyuk

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:21 WIB
Alliya Sofia Zahrani, Kelas 8 Internasional MTs MQ Tebuireng Putri, Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
Alliya Sofia Zahrani, Kelas 8 Internasional MTs MQ Tebuireng Putri, Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

Kamis (13/8) santri Madrasatul Quran Tebuireng Putri mengikuti pelatihan salat khusyuk dengan pemateri KH Eddy Mustoffa MHi.

Beliau alumni Madrasatul Quran Tebuireng sekaligus katib syuriyah PWNU DIY. Serta Komisi Dakwah MUI DIY dan Direktur Taman Pendidikan Alquran Sunan Gunung Jati.

’’Agar salat bisa khusyuk usahakan memahami makna bacaan yang kita baca dalam salat,’’ tuturnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Jadi Sopir, Pengemudi Ambulans Desa Jombang Dilatih Tangani Keadaan Darurat

Kedudukan salat dalam Islam sangat penting. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;  amal yang pertama kali dihisab di akhirat yakni salat. Jika salatnya baik maka semua amalnya bernilai baik.

Sebaliknya, jika salatnya jelek maka semua amal bernilai jelek.

’’Kedudukan salat dalam agama ibarat kepala di tubuh kita,’’ ungkapnya.

Salat harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Nabi menganjurkan agar anak mulai diajari salat pada usia tujuh tahun.

Baca Juga: Muktamar NU Dongkrak Ekonomi Jombang, UMKM Ikut Merasakan

Jika anak umur 10 tahun belum mau salat maka Nabi menyuruh memukul.

’’Saat mendengat azan kita tidak boleh cuek,’’ ucapnya.

Kelak di akhirat, ada orang yang wajahnya bersinar seperti bintang.

Mereka ini begitu mendengar azan langsung mengambil wudu dan berangkat salat. Ada orang yang wajahnya bersinar seperti bulan. Mereka ini ketika azan sudah punya wudu.

Baca Juga: Implementasi Ajaran Ki Hajar Dewantara Neng-Ning-Nung-Nang  untuk Kebangkitan Tamansiswa

Serta ada  yang wajahnya bersinar seperti matahari. Mereka ini saat azan sudah punya wudu dan sudah di dalam masjid.

Oleh: Alliya Sofia Zahrani, Kelas 8 Internasional MTs MQ Tebuireng Putri, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
MTs MQ Tebuireng khusyuk Jombang Student Journalism salat