Setelah mengajarkan tentang tauhid, yakni mengenalkan ke-Maha Esaan Allah Ta’ala, Islam hadir di muka bumi untuk mengajarkan umat manusia agar jujur.
Itulah sebabnya, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebagai uswah hasanah, sejak sebelum diangkat sebagai seorang rasul, ia dikaruniai oleh Allah Ta’ala sifat jujur.
Sifat yang amat mulia itu diakui oleh semua orang yang mengenalnya, hingga para tokoh Quraisy yang membencinya sekalipun.
Baca Juga: Komisi B DPRD Desak Perbup LP2B Jombang Segera Disahkan
Atas kejujuran Muhammad itulah beliau dikenal dengan gelar Al Amin atau sang terpercaya.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan, tatkala seseorang menanyakan kepada nabi tentang amalan atau perbuatan sederhana yang apabila dilaksanakan akan menyelamatkan, baik di dunia maupun di akhirat, ternyata jawabannya adalah jangan berbohong.
Terdengar mudah, yaitu hanya sekedar dapat dipercaya, tetapi di dalam praktiknya ternyata sulit dilakukan.
Sekarang, sebenarnya telah terjadi kelangkaan orang jujur.
Baca Juga: Perdana, RSUD Jombang Bekali Perawat dengan Pelatihan BTCLS
Orang yang semula dipercaya, disebut jujur, dan dianggap pantas untuk menjadi pemimpin, ternyata ketidakjujurannya terbukti.
Ia berbohong, melakukan kepalsuan, dan bahkan mengambil bukan haknya.
Sedemikian serius ketidakjujuran itu hingga menjamah wilayah-wilayah yang seharusnya menjadi pilar penjaga kejujuran.
Seperti di lembaga pendidikan, agama, dan bahkan lembaga hukum.
Agama hadir ke muka bumi dalam misinya mengajak umat manusia bersikap jujur, mengatakan dan melakukan apa adanya, agar sesuatu tidak dibuat-buat dan tidak dipalsukan.
Baca Juga: Muktamar NU Makin Dekat, Alat Berat Mulai Bekerja di Jl KH Wahab Casbullah Jombang
Oleh karena itu, agama disebut telah dijalankan dengan sungguh-sungguh tatkala kejujuran itu sudah menjadi pegangan yang kokoh, dan bukan sebaliknya, yaitu ketika mencari orang jujur sudah sangat sulit dan langka, sebagaimana yang terjadi sekarang ini.
Wallahu a'lam. (*)
Penulis:
KH Fahmi Amrullah Hadzik, Ketua PCNU Kabupaten Jombang
Editor : Ainul Hafidz