Student Journalism: Mensyukuri Nikmat Hidup 

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:37 WIB
Syakila Amalia Muttaqin, Kelas 11-E MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)
Syakila Amalia Muttaqin, Kelas 11-E MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng, Jombang. (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)

Selasa (28/7) saat pengajian kitab Nasoihul Ibad di Masjid Ulil Albab, Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq selaku pengasuh Pesantren Putri Tebuireng, menjelaskan  pentingnya mensyukuri hidup.

’’Manusia itu diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya dan dengan nikmat yang sebanyak-banyaknya,’’ tuturnya mengutip QS Attin 4.

Hidup merupakan  nikmat yang paling besar. Semua orang mati ingin hidup kembali. Maka jika merasa tidak punya nikmat, pergilah ke kuburan.

Baca Juga: Peserta Muktamar NU di Jombang Bisa Pijat Gratis, Durasi Cuma 15 Menit

Kita harus bersyukur dengan ibadah.

’’Salat dan ngaji seperti ini termasuk bentuk mensyukuri nikmat,’’ terangnya.

Orang yang bersyukur maka nikmatnya akan ditambah oleh Allah Ta’ala.

Sebaliknya, orang yang tidak bersyukur maka nikmatnya akan hilang. Kiai Fahmi lalu cerita Saklabah.

Baca Juga: Binrohtal: Syukur Tak Cukup dengan Hamdalah, Begini Pesan KH Adib Hamzawi

Mulanya  ia rajin ibadah. Setelah salat dia langsung pulang karena hanya punya pakaian satu. Dipakai bergantian dengan istrinya.

Saklabah lalu minta didoakan agar kaya. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam pun mendoakan dan memberinya seekor kambing.

Namun setelah kambingnya jadi seribu, dia kufur nikmat. Saklabah mulai enggan salat berjamaah. Juga enggan membayar zakat.

Nabi lalu berdoa agar Allah Ta’ala mengangkat nikmat harta yang diberikan kepada Saklabah dan mengganti dengan nikmat ibadah. 

Ini menunjukkan bahwa pada dasarnya segala nikmat manusia sudah memiliki porsi masing-masing.

Baca Juga: Patroli Hunting Sistem, Polantas Jombang Dapati Sopir Tronton Kondisi Teler Sabu

Kita sebagai hamba harus mensyukuri nikmat yang ada.

Oleh: Syakila Amalia Muttaqin, Kelas 11-E MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
ma salafiyah syafiiyah nikmat hidup Tebuireng Jombang Student Journalism