Senin (27/7) di PP Al Mahfudz Seblak, Ustadah Nailu menjelaskan larangan berzina.
’’Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk,’’ tuturnya mengutip QS Al-Isra 32.
Penggunaan kalimat "janganlah mendekati zina" menunjukkan bahwa seorang muslim harus menjauhi semua pintu yang mengarah kepada zina.
Baca Juga: DPRD Perketat Pengawasan Program Pemkab Jombang, Banmus Soroti Kinerja OPD
Seperti pergaulan bebas, khalwat (berduaan dengan yang bukan mahram), melihat hal-hal yang membangkitkan syahwat, hingga komunikasi yang melampaui batas.
Dosa paling besar yakni zina dengan mahram. Zina dengan istri tetangga. Serta zina dengan istri orang lain.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Dosa besar setelah syirik yakni engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.
Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu. Engkau berzina dengan istri tetanggamu.
Baca Juga: Binrohtal: Jangan Hanya Rajin Ibadah Ritual, Ibadah Sosial juga Penting
Perzinaan juga pelanggaran kepercayaan dan komitmen yang telah dibuat selama pernikahan.
KH Hasyim Asy'ari dalam Adabul 'Alim wal Muta'allim, mengingatkan, ilmu adalah cahaya dari Allah.
Sedangkan maksiat dapat menghalangi datangnya cahaya ilmu ke dalam hati.
Karena itu, seorang santri hendaknya senantiasa menjaga pandangan, lisan, dan pergaulan agar ilmu yang dipelajari membawa keberkahan.
Menjaga diri dari zina bukan sekadar menaati aturan agama, melainkan juga menjaga masa depan, kehormatan keluarga, dan kemuliaan diri.
Baca Juga: AMSI Jatim Kupas Tantangan dan Peluang Media Siber di Era AI, Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional
Nabi bersabda; Orang yang zina akan hina dan fakir hidupnya.
Oleh Faatina Areta Aqila, Kelas 9-C SMP AWH Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz