Sabtu (11/7), kala perjalanan balik ke Pondok Pesantren Tebuireng, ayah saya yang bernama, M Nafi' asal Bojonegoro, menjelaskan tentang karakter khulafaurrasyidin.
’’Karakter khulafaurrasyidin itu berbeda-beda,’’ tuturnya.
Pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq radiyallahu anhu. Beliau memiliki sifat yang bijaksana dalam memimpin awal pemerintah Islam yang masih carut-marut.
Baca Juga: Honda Beat Tertabrak Truk di Gudo Jombang, Pengendara Tewas
Beliau juga berperan dalam pengumpulan Alquran periode pertama.
Kedua, Umar bin Khattab radiyallahu anhu. Memiliki sifat tegas yang sangat ditakuti oleh lawannya sehingga membuat mental lawan ciut.
Beliau juga sangat disegani oleh para bawahannya. Bahkan setan pun takut kepadanya. Namun beliau wafat sebab ditusuk saat menjadi imam salat Subuh.
Ketiga, Usman bin Affan radiyallahu anhu. Sifat rendah hatinya membuat masyarakat Islam menaruh hormat padanya.
Baca Juga: Binrohtal: Ini Tiga Penyesalan Terbesar Manusia Sebelum Wafaf
Salah satu peran penting beliau adalah mengumpulkan Alquran periode 2.
Sehingga sampai sekarang disebut mushaf Ustmani, karena dibukukan di era Khalifah Ustman.
Beliau sangat dermawan. Wakafnya berupa sumur Raumah atau sumur Ustman masih ada dan dimanfaatkan hingga sekarang.
Di akhir pemerintahannya beliau dibunuh oleh kaum munafik. Beliau dibunuh saat sedang berpuasa dan membaca Alquran.
Keempat, Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah. Terkenal karena ilmu pengetahunannya.
Bahkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Aku gudangnya ilmu sedangkan Ali pintunya.
Baca Juga: PERSADIA Jombang Punya Pengurus Baru, Ini Program Prioritasnya
Di masa jabatannya, keadaan Islam sangat kacau. Pada akhirnya beliau meninggal ditusuk saat menjadi imam salat Subuh.
Oleh: M Harisun Naf'i, Kelas XI-D MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz