Selasa (7/9) saya bersyukur tinggal di Pondok Pesantren Al-Madienah, Denanyar.
Pondok yang sangat mendukung para santri yang mau beraktivitas di luar. Mulai dari ekstra, lomba, rapat di luar pondok, dan menambah pengalaman positif.
’’Tetap semangat, jangan pernah mundur dan selalu percaya diri,’’ pesan KH Muhammad Najib Muhammad Al-Imam selaku pengasuh saat saya sowan minta doa dan minta izin untuk ikut lomba paduan suara tingkat provinsi.
Saat itu saya takut karena persaingannya berat. Setelah mendengar dawuh Abah, saya bisa menghilangkan rasa takut itu. Saya juga selalu ingat dawuh pengasuh, Bu Nyai Hj Umi Bariroh.
Baca Juga: Wayang Topeng Jatiduwur Jombang, Warisan Sastra Panji yang Mendunia dan Tetap Lestari
’’Harus berprasangka yang baik kepada Allah Ta’ala. Karena Allah tahu yang terbaik buat kita,’’ tuturnya.
Di situ saya mulai membangun diri lagi dari yang awalnya mudah menyerah jadi tidak gampang menyerah.
Alhamdulillah saya juara satu lomba menyanyi tingkat sekolah. Kemudian juara dua lomba menyanyi Porseni Jatim.
Semua itu karena doa pengasuh, orang tua dan guru yang selalu menjadi penyemangat untuk maju. Hobi menyanyi selalu menemani saya, saat bahagia maupun sedih.
Saya suka menyanyi dan berani mengikuti lomba sejak dari TK A. Kuncinya, selalu percaya diri dan berdoa yang baik.
Satu lagi dawuh Hj Umi Bariroh yang selalu saya ingat; ’’Doakan yang kamu kerjakan, kerjakan yang kamu doakan.’’
Agar suara bagus, setiap mau tampil saya selalu membaca Alfatihah untuk Nabi Daud alaihissalam.
Oleh: Fiza Afkarina, Santriwati PP Al-Madienah, Denanyar, Jombang
Editor : Ainul Hafidz