Selasa (26/5) di SDI Tebuireng Ir Soedigno Kecamatan Kesamben, Ustad Ali Sya'bana, selaku kepala sekolah menjelaskan tentang hari raya Idul Adha.
’’Idul Adha hari raya besar bagi umat Islam yang dirayakan setiap
tanggal 10 Dzulhijjah,’’ tuturnya.
Idul Adha berawal dari kisah Nabi Ibrahim alaihissalam yang diuji oleh Allah Ta’ala untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail alaihissalam. Karena keduanya taat, maka Allah mengganti dengan seekor hewan. Dari sinilah lahir tradisi kurban.
Baca Juga: Binrohtal: Kurban Bukti Islam Mengajarkan Sikap Dermawan
’’Ada banyak pelajaran dari Idul Adha,’’ katanya.
Pertama, kita belajar melaksanakan perintah Allah Ta’ala meski awalnya terasa berat. Setelah istiqamah dan ikhlas maka tidak lagi terasa berat.
Kita harus bersyukur sekarang hanya diperintah menyembelih hewan. Tidak sampai diperintah menyembelih anak seperti Nabi Ibrahim.
Kedua, kita sebagai anak harus patuh kepada orang tua. Sebaliknya, orang tua harus mau meminta dan mendengarkan pendapat anak.
Ketiga, kita harus bersyukur atas rezeki yang telah diberikan kepada kita. Kurban berarti mengeluarkan sebagian rezeki untuk dibagi kepada sesama manusia demi meraih rida Allah Ta’ala.
Keempat, kita harus mau dan ikhlas berbagi daging kurban kepada orang yang membutuhkan.
Di sekolah, para siswa dilatih melaksanakan ibadah kurban. Sekolah akan menyembelih seekor sapi pada Kamis (28/8) dan dagingnya dibagikan ke tetangga sekolah.
Oleh: Karimah Nabila Zulfa, Kelas 3 Ibnu Zuhri SD Islam Tebuireng Ir Soedigno Kesamben, Jombang
Editor : Ainul Hafidz