Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tafsir Aktual: Victory (5)

Rojiful Mamduh • Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:04 WIB
Rubrik opini KH Mustain Syafii. (Radar Jombang)
Rubrik opini KH Mustain Syafii. (Radar Jombang)

DENGAN adanya ’’nashrullah’’ dan ’’al-Fath’’ yang berlanjut pada sikap umat manusia berduyun-duyun memeluk agama Islam, kini Tuhan memberi panduan teologis kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam agar terus bertasbih dan beristighfar.

Fa sabbih bi hamd Rabbik wa istaghfir.

Secara keseluruhan, isi surah al-Nashr ini menggambarkan akhir perjalanan dakwah islamiyah zaman Nabi dulu.

Seperti film drama kolosal yang menayangkan cerita panjang, berliku dan bersambung, hingga sampai akhirnya selesai dan layar tutup.

Semua sahabat mengerti, bahwa Islam telah diragakan Rasulullah secara sempurna.

Baca Juga: Meterisasi PJU di Jombang Mulai Jalan, 10 Titik di Ngoro Jadi Sasaran

Tetapi hanya sebagian yang mengerti, bahwa dengan turunnya surah al-Nashr ini mengisyaratkan panggung dakwah dan layar agama segera ditutup.

Isyarat, bahwa ajal Rasulullah sudah dekat dan beliau akan segera meninggalkan para sahabat. Makanya banyak yang meneteskan air mata tanpa kata-kata.

Beliau berumur enam puluh satu tahun, menurut kalender syamsiyah, atau enam puluh tiga tahun menurut kalender qamariyah.

Sebab per seratus tahun, selisih antara syamsiyah – qamariyah itu tiga tahun. 

Orang yang diberi umur pendek, tidak berarti buruk dan Tuhan tak sayang. Orang yang diberi umur panjang juga tidak berarti baik dan Tuhan sayang.

Semua disayang dan dirahmati tanpa pilih kasih. Berbaik sangka kepada-Nya adalah ibadah dan diperintahkan.

Orang yang diberi umur pendek, karena Tuhan mengerti, bahwa pada umur itu dia sedang ada dalam puncak kebaikan dan prestasi tertinggi di sisi-Nya, maka segera dipanggil menghadap agar selesai dan berpredikat baik.

Andai diberi umur panjang, mungkin saja malah menurun dan makin buruk.

Ada kitab berjudul al-Ulama’ al-‘Uzzab, ulama’ bujangan, belum nikah kedahuluan wafat. Seperti imam Nawawi, yang usianya cuma 40 tahun.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jombang, Tiga Remaja Bonceng Tiga Tewas usai Ditabrak Truk Fuso yang Kabur

Imam al-Syafi’i, 54 tahun. Bahkan imam Syibawaih, pakar ilmu Nahwu, katanya cuma berusia 28 tahun. Makanya, ojo pinter-pinter nemen, matek-an.

Sedangkan orang yang diberi usia panjang juga karena kasih sayang-Nya. Tuhan welas asih dan berkenan memberi kesempatan lebih agar manusia berkesempatan menambal kekurangan dan menyempurnakan pengabdian.

Ketika kenikmatan telah diraih dan prestasi telah diperoleh, maka Tuhan memerintahkan agar manusia aktif bertasbih, mensucikan Tuhan, ’’fa-sabbih’’.

Tidak hanya bertasbih, bahkan beristighfar, wa istaghfirhu.

Bertasbih adalah membangun kesadaran di tengah gemilang dan gemerlap hidup. Bahwa hanya Tuhan saja yang Maha Suci dan Maha segalanya.

Baca Juga: Grida Jombang Gulirkan Turnamen Futsal GFC 2026, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet

Tak pantas manusaia berperilaku sombong dan merasa baik. Dan beristighfar adalah sikap menyadari kekurangan diri sebagai manusia. Lalu merendah dan memohon ampunan. Allah a’lam. (*)

Penulis:

KH Mustain Syafii

Editor : Ainul Hafidz
#victory #Tebuireng #KH Mustain Syafii #Jombang #Tafsir Aktual