Hardiknas momentum untuk mengevaluasi sejauh mana kemerdekaan belajar telah menyentuh akar rumput.
Selama puluhan tahun, sistem pendidikan kita sering kali terjebak dalam standardisasi yang kaku. Siswa dipaksa memiliki bakat yang seragam.
Hardiknas seharusnya merayakan keberagaman potensi.
Pendidikan tidak boleh hanya menjadi ajang kompetisi nilai semata, melainkan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minatnya secara mendalam baik itu di bidang sains, bahasa, maupun seni budaya.
Baca Juga: Profil Bambang Tedjoatmoko, Kabid Dalops dan Perparkiran Dishub Jombang yang Humanis dalam Pelayanan
Tantangan terbesar bukan pada fasilitas, melainkan pada perubahan pola pikir pendidik dan orang tua.
Pendidikan yang memerdekakan memberi ruang bagi setiap anak untuk bersinar dengan cahayanya sendiri.
Dengan memberikan kepercayaan penuh kepada kreativitas siswa, kita sedang membangun fondasi bangsa yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tangguh dan inovatif dalam menghadapi perubaha zaman. Mari jadikan belajar sebagai petualangan menyenangkan, bukan beban yang menakutkan.
Oleh: Fika Najwatu Sava, Kelas 9-E SMPN 2 Mojowarno
Editor : Ainul Hafidz