JombangBanget.id – Warga Dusun Guwo, Desa Latsari, Mojowarno, Jombang, mengeluhkan puluhan sumur mereka mengering hingga tak lagi bisa digunakan.
Itu setelah pompa irigasi hasil proyek Kementan diaktifkan sejak dua pekan lalu.
Keluhan itu salah satunya disampaikan Dayu, 28, warga Dusun Guwo. Dia menyebut proyek sumur pompa yang dibangun sejak 2025 tersebut baru beroperasi sekitar dua pekan lalu. Sejak saat itu, warga mulai merasakan dampaknya.
Baca Juga: 26 CKS Jombang Belum Ditempatkan, Mutasi Masih Dikaji
’’Dan semenjak diaktifkan itu langsung dampaknya kami rasakan, sumur-sumur kami di permukiman jadi kering,’’ terangnya, Senin (5/10).
Menurut Dayu, sejumlah sumur warga di beberapa RT mengalami penyusutan debit. Sumur yang sudah digunakan warga selama puluhan tahun itu mendadak berkurang airnya.
’’Ada yang muncul air tapi sangat sedikit, ada yang menyisakan lumpur saja, ada yang tidak nyumber lagi,’’ lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat warga resah. Sebab, dampaknya dirasakan puluhan keluarga. Dayu memperkirakan sedikitnya 20–30 KK terdampak. Sebagian warga terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk menambah kedalaman sumur.
Baca Juga: Gudang MTs Denanyar Jombang Terbakar, Santri Berhamburan Keluar
’’Banyak yang terdampak, puluhan sumur. Buat yang punya uang akhirnya harus mendalamkan sumur dengan biaya sendiri yang bisa sampai Rp 3 juta satu titik,’’ ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Sekar, warga RT 7 RW 2 Dusun Guwo. Dia mengaku sudah dua pekan sumurnya kering dan tak lagi bisa digunakan untuk mengambil air.
”Sudah sempat juga mengeluhkan ke desa, dan sudah dimediasi, tapi hasilnya tidak maksimal,’’ ungkapnya.
Hasil mediasi tersebut hanya memutuskan pengoperasian diesel untuk sumur irigasi dibatasi berdasarkan jam. Pompa beroperasi mulai pagi hingga siang, kemudian dihentikan.
’’Jadi ada jam pagi sampai siang, nanti setelah itu berhenti, nah itu justru memperlihatkan dampak aslinya,’’ ungkapnya.
Sekar menyebut, setiap kali sumur irigasi disedot, sumur warga langsung mengering. Sebaliknya, ketika pompa berhenti, air di sumur warga perlahan kembali terisi.
Baca Juga: Dominasi SMPN 2 Peterongan di Popkab Pickleball Jombang
Namun, warga tetap harus menunggu berjam-jam sebelum air sumur kembali terisi.
’’Itupun harus menunggu berjam-jam dulu, jadi kebutuhan air bersih kami juga tetap sulit,’’ imbuhnya.
Unjung, warga RT 6 RW 2 Dusun Guwo, mengatakan pembatasan jam operasional belum menyelesaikan persoalan.
Warga bahkan terkadang harus menunggu hingga dini hari agar sumur kembali terisi.
Baca Juga: Perdana Cup 2026 Jombang, 32 Tim Berebut Gelar Juara
’’Kadang-kadang jam 02.00–03.00 itu baru penuh sumurnya, bisa dipakai, ini kan mengganggu sekali,’’ lontarnya.
Warga telah melaporkan kondisi tersebut kepada sejumlah pihak, mulai pemerintah desa hingga Pemkab Jombang.
’’Terakhir sudah ke Inspektorat dan DLH juga, kami berharap ada solusi, bagaimana sumur warga tetap bisa ada airnya,’’ pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Jombang Much Rony
membenarkan adanya keluhan tersebut. Pihaknya mengaku sudah menerima laporan dari lapangan dan tengah mengumpulkan data terkait kondisi tersebut.
’’Jadi kami sudah dengar keluhannya, teman-teman di lapangan juga sudah mengumpulkan data dan membuat laporan,’’ lontarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek tersebut bertajuk pembangunan konstruksi irigasi perpompaan.
Baca Juga: Anggaran Rp 15 Miliar Disiapkan untuk Pilkades Serentak Jombang 2027
Program itu merupakan hasil kerja sama Kementerian Pertanian RI, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, dan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.
Proyek tersebut didanai APBN 2025 sebesar Rp 153 juta dan dikerjakan Poktan Guwo. Sumur yang dibuat merupakan sumur dangkal dengan kedalaman di bawah 100 meter.
’’Jadi proyek itu, memang pembuatan sumur dangkal ya, seperti sumur dangkal lainnya, kedalamannya ya di bawah 100 meter memang,’’ lontarnya.
Disinggung mengenai dugaan dampak pengoperasian pompa terhadap sumur warga, Rony menyebut pihaknya masih akan melakukan kajian lebih lanjut.
Menurut dia, kejadian serupa belum pernah ditemukan pada proyek lain.
’’Yang jelas dari semua proyek serupa, ini yang pertama kejadian begini. Kami akan cek dulu nanti sebelum melangkah. Kalau memang berakibat ke warga ya dihentikan saja pompanya,’’ pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz