JombangBanget.id - Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran menyebut lonjakan pasien hingga 1.700 orang setiap Senin turut membuat kapasitas parkir rumah sakit kewalahan.
Setiap Senin atau setelah libur Sabtu-Minggu, jumlah pasien di rumah sakit bisa mencapai 1.500–1.700 orang.
Angka itu jauh di atas rata-rata kunjungan harian yang berada di kisaran 1.000 pasien.
Baca Juga: Dominasi SMPN 2 Peterongan di Popkab Pickleball Jombang
Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, pihaknya terus menyiapkan dan menata area parkir untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.
”Jadi kami tetap berupaya berkaitan dengan penyiapan parkir,” katanya, Senin (5/10).
Menurut Pudji, peningkatan kunjungan paling terasa pada Senin. Setelah libur akhir pekan, pasien yang datang meningkat drastis sehingga berdampak pada kepadatan kendaraan di lingkungan rumah sakit.
”Memang di hari Senin atau pascalibur Sabtu-Minggu itu kunjungan meningkat drastis. Sehingga luberan pasien sangat luar biasa. Rata-rata itu hanya 1.000, tetapi sampai 1.500 hingga 1.700,” imbuhnya.
Baca Juga: Perdana Cup 2026 Jombang, 32 Tim Berebut Gelar Juara
RSUD sebenarnya telah mengatur kedatangan pasien melalui sistem pendaftaran online.
Masyarakat sudah mengetahui jadwal kedatangan dan waktu pelayanan yang ditentukan. Namun, sebagian pasien tetap datang lebih awal karena khawatir terlambat mengikuti pelayanan.
”Sebenarnya sudah kami atur berkaitan tingkat kehadiran. Kami sudah ada pendaftaran online, masyarakat sudah tahu. Datang jam berapa dan sebagainya, cuma terkadang mungkin karena takut telat dan lain sebagainya jauh sebelum jam ditetapkan pelayanan,” jelasnya.
Lonjakan kendaraan juga dipengaruhi pasien yang datang bersama anggota keluarga.
Akibatnya, volume orang dan kendaraan yang masuk ke rumah sakit ikut bertambah.
”Kedua, faktornya karena mengajak keluarga dan sebagainya. Sehingga volume meningkat. Kami juga tidak mungkin menahan mereka, itu tidak boleh,” katanya.
Pudji mengakui, pada hari-hari tertentu kepadatan kendaraan membuat parkir meluber hingga trotoar dan sejumlah area di sekitar rumah sakit. Kondisi tersebut menjadi konsekuensi tingginya kunjungan yang terus berupaya diminimalisir.
Baca Juga: Student Journalism: Belajar Demokrasi di Era Teknologi
”Namun pada hari tertentu sampai ada luberan hingga ke trotoar dan sebagainya ini bagian dari yang harus kami pahami. Tetapi kami tetap berusaha meminimalisir penggunaan di internal,” ujarnya.
Untuk menekan kepadatan, RSUD mengatur lokasi parkir karyawan. Seluruh karyawan dimaksimalkan menggunakan gedung parkir lima lantai di belakang rumah sakit untuk kendaraan roda dua.
”Jadi karyawan kami, kami maksimalkan di parkiran lima lantai yang di belakang rumah sakit untuk sepeda motor. Semua karyawan wajib parkir di sana,” tegasnya.
Sementara kendaraan tenaga dokter dan pejabat struktural rumah sakit ditempatkan di kantong parkir di samping kamar jenazah.
”Lalu tenaga dokter dan pejabat struktural rumah sakit ada di kantong parkir sebelah utara atau di samping kamar jenazah,” katanya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz