JombangBanget.id – Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid wafat di Jakarta, Minggu (4/10) malam, dan dimakamkan di Tambakberas, Jombang, Senin (5/10).
Putri KH Abdul Wahab Hasbullah itu dikenang atas kiprahnya dalam pendidikan, sosial, organisasi, serta pengabdiannya di lingkungan pesantren.
Pengasuh Ribath Al Lathifiyah 1 Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas itu meninggal di usia senja. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, santri, alumni, dan tokoh masyarakat.
Baca Juga: Harga Brokoli Naik, Petani Jombang Raup Rp 7.500 per Kg
Semasa hidup, Nyai Machfudhoh dikenal aktif mengabdikan diri di bidang pendidikan, sosial, dan organisasi.
Kiprahnya tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga menjangkau berbagai kalangan di tingkat nasional.
Keluwesannya dalam bergaul membuat almarhumah dekat dengan sejumlah tokoh, mulai pimpinan organisasi kemasyarakatan, birokrat, politisi, hingga pengusaha.
Almarhumah juga dikenal dekat dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga: Pot Bunga Pecah, Trotoar KH Wahid Hasyim Jombang Rusak
Pengasuh PP Al-Maliki 2 Bahrul Ulum Tambakberas, KH M. Syifa’ Malik (Gus Syifa), mengenang Nyai Machfudhoh sebagai sosok yang sejak muda memiliki semangat kuat dalam menuntut ilmu dan berjuang.
Menurut Gus Syifa, Nyai Machfudhoh merupakan teman karib ibundanya, Nyai Churun Ain, saat sama-sama menimba ilmu di Mualimmat Pesantren As-Salam Solo pada era 1950-an.
’’Saat gadis, beliau adalah teman sekolah dan teman mondok di Mualimmat Pesantren As-Salam Solo sekitar tahun 1950-an,’’ kenang Gus Syifa.
Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Bahrul Ulum itu menyebut, salah satu nilai yang terus ditanamkan almarhumah adalah konsistensi mengayomi dan mendorong generasi muda untuk terus berkarya.
Semangat tersebut tetap terjaga hingga usia senja.
’’Usia sepuh tidak menyurutkan langkah beliau untuk terus berkhidmat. Sering kali beliau bernavigasi Jakarta-Jombang semata-mata didorong spirit perjuangan yang membara,’’ ujar Gus Syifa.
Baca Juga: Promosi Kepsek Jombang, Putra Daerah Berpeluang Diprioritaskan
Di lingkungan pesantren, pengabdian spiritual almarhumah juga dikenang para santri dan alumni.
Dalam tiga tahun terakhir, Nyai Machfudhoh rutin membersamai alumni dan santri dalam kegiatan salat sunah 1.000 rakaat serta pengijazahan selawat.
Semangat perjuangan tersebut tidak lepas dari keteladanan ayahandanya, KH Abdul Wahab Hasbullah, yang dikenal gigih memperjuangkan agama dan bangsa.
’’Sugeng tindak Bude, jenengan tiyang ingkang sae. Husnul khatimah, Al-Fatihah,’’ tutur Gus Syifa.
Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas KH Abdurrozaq Sholeh membenarkan kabar wafatnya Nyai Machfudhoh.
Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga KH Abdul Wahab Hasbullah di Tambakberas, Jombang, Senin (5/10). (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz