Warga Jombang Sudah Menunggu, IPAL Limbah Tahu Kapan Dibangun?

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 06:35 WIB
PENUH LIMBAH: Saluran Sekunder di Desa Mayangan, Jogoroto, Jombang, penuh limbah, (23/9). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
PENUH LIMBAH: Saluran Sekunder di Desa Mayangan, Jogoroto, Jombang, penuh limbah, (23/9). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Warga Dusun Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Jombang masih menunggu pembangunan IPAL komunal untuk mengatasi limbah tahu yang masuk ke saluran Sekunder Rejoagung 2.

Pembangunan fasilitas itu ditargetkan tahun ini sudah dimulai.

Ketua Paguyuban Perajin Tahu sekaligus Kepala Dusun Murong Santren Imam Subeki mengatakan, IPAL menjadi harapan warga dan perajin untuk mengatasi persoalan limbah yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga: Pot Bunga Pecah, Trotoar KH Wahid Hasyim Jombang Rusak

Nantinya, limbah dari sejumlah perajin dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju IPAL untuk diolah sebelum dibuang.

”Limbah-limbah tersebut nantinya akan diolah di IPAL komunal. Itu solusi permanen,” tegasnya.

Sembari menunggu IPAL, paguyuban mengambil langkah sementara dengan membangun sumur bor sedalam 20–25 meter bagi warga yang air sumurnya berbau atau berubah warna.

Sejauh ini, tiga sumur bor telah terealisasi. Bantuan juga menyasar warga sekitar yang terdampak.

Baca Juga: Promosi Kepsek Jombang, Putra Daerah Berpeluang Diprioritaskan

’’Kalau ada sumur warga yang airnya berbau atau berubah warna, kami siap membantu dengan pengeboran,’’ ujarnya.

Sebelum pengeboran, paguyuban melakukan survei untuk memastikan kebutuhan warga.

’’Kami survei dulu, kalau memang membutuhkan, kami bangunkan sumur bor,’’ tambah Imam.

Selain limbah tahu, limbah kotoran hewan dari usaha ternak sebagian perajin juga masuk ke saluran. Kondisi itu terjadi karena keterbatasan lahan untuk kandang sekaligus pengelolaan limbah. Imam berharap pembangunan IPAL segera direalisasikan.

”Harapannya secepatnya dan sesegera dikerjakan IPAL,” harapnya.

Paguyuban, lanjut dia, terus berkomunikasi dengan DLH, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Pertamina. Pertemuan terakhir dilakukan 9 September lalu di rumahnya.

”Pembangunan fisik masih menunggu langkah pemerintah pusat,” tegasnya.

Baca Juga: Promosi Kepsek Jombang, Putra Daerah Berpeluang Diprioritaskan

Sebelumnya, Pemkab Jombang melakukan normalisasi saluran Sekunder Rejoagung 2 sepanjang sekitar 800 meter dengan mengerahkan puluhan personel dan alat berat.

Penanganan tersebut bersifat darurat. Sementara solusi jangka panjang diarahkan melalui pembangunan IPAL komunal dengan dukungan Pertamina PGN.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Jombang Menis Agus Muttaqin mengatakan, pembangunan IPAL masih dalam tahap koordinasi dengan Pertamina dan kementerian terkait.

Anggarannya ditaksir sekitar Rp 7,5 miliar dan didukung dana CSR Pertamina.

”Insya Allah IPAL komunal siap dibangun tahun ini. Pembangunannya didukung dana CSR dari Pertamina,” kata Menis. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
ipal limbah warga Jombang tahu