Baru Ditempati, 45 Lapak Pasar Buah Ploso Jombang Kosong

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:06 WIB
KOSONG: Kondisi lapak di Pasar Buah, Ploso, Jombang yang sudah tidak lagi dihuni pedagang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
KOSONG: Kondisi lapak di Pasar Buah, Ploso, Jombang yang sudah tidak lagi dihuni pedagang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Sekitar 45 dari 113 lapak di Pasar Buah kawasan Sub Terminal Ploso, Jombang, kini kosong meski pasar baru ditempati pedagang pada awal 2026.

Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli yang membuat omzet turun, sementara sebagian pedagang kembali berjualan di depan Pasar Ploso.

Arifin, salah seorang pedagang kelapa di Pasar Buah Ploso, mengatakan sekitar 45 dari total 113 lapak sudah tidak ditempati pedagang. Sementara sekitar 70 lapak masih digunakan untuk berjualan.

Baca Juga: Gerai Ayam di Mojoagung Jombang Terbakar, Kerugian Rp 20 Juta

”Sekitar 45 pedagang yang tidak lagi menempati lapaknya. Yang masih ditempati sekitar 70-an lapak,’’ katanya, Kamis (2/10).

Menurut dia, sebagian pedagang memilih kembali berjualan di area depan Pasar Ploso. Jenis dagangannya beragam, termasuk warung.

Sebagian lainnya bahkan sudah tidak berjualan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap omzet pedagang yang bertahan di Pasar Buah.

Arifin mengaku pendapatannya turun cukup signifikan dibanding saat berjualan di lokasi lama.

Baca Juga: Ponpes Al Hikmah Jombang Terbakar, Api Lahap Dua Lantai

’’Kalau di tempat lama, sehari biasanya dapat Rp 100 ribu. Sekarang sekitar Rp 40 ribu per hari,’’ imbuhnya.

Pedagang Pasar Buah hanya membayar karcis Rp 1.800 per hari atau sekitar Rp 54 ribu per bulan.

Selain itu, terdapat iuran paguyuban Rp 2.000 per hari untuk kebutuhan listrik lampu dan keamanan. Sementara biaya kebersihan gratis.

Arifin berharap seluruh pedagang kembali menempati Pasar Buah sehingga aktivitas perdagangan bisa terpusat.

Jika pedagang kembali berjualan di depan Pasar Ploso, dia khawatir kawasan tersebut kembali dipenuhi pedagang hingga ke tepi jalan.

Selain itu dampaknya juga merugikan pedagang di dalam pasar.

’’Kalau tidak ditertibkan, saya yakin di sana akan luber lagi sampai ke pinggir-pinggir jalan. Selain mengganggu lalu lintas juga berbahaya,’’ katanya.

Baca Juga: Truk Bawa Sapi Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Muatan Lepas

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Anjik Eko Saputro mengakui masih terdapat lapak kosong di Pasar Buah.

Sebagian pedagang tidak lagi berjualan di lokasi tersebut dan memilih berjualan di area depan Pasar Ploso.

’’Karena ini terbilang baru, tetap kami minta untuk menempati lagi. Sudah kami sampaikan sebenarnya,’’ ujarnya.

Pihaknya juga telah memberikan teguran kepada pedagang yang tidak menempati lapaknya. Teguran serupa diberikan terhadap kios dan lapak kosong di Pasar Ploso.

’’Kemarin juga sudah kita berikan surat teguran tiga kali, termasuk di Pasar Ploso untuk kios dan lapak kosong,’’ katanya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Lapak pedagang Jombang Ploso Pasar Buah