JombangBanget.id – Komisi C DPRD Jombang menyoroti ketidaksesuaian kondisi eksisting dengan perencanaan teknis rehabilitasi SDN Jarak 1, Kecamatan Jogoroto.
Temuan itu mendorong dewan meminta Disdikbud Jombang mengevaluasi gambar teknis, volume pekerjaan, dan RAB seluruh program rehabilitasi sekolah.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kamis (24/9), dewan mengupas persoalan perencanaan yang ditemukan di SDN Jarak 1, Kecamatan Jogoroto.
Baca Juga: Karhutla Jombang Meningkat, 148,6 Hektare Lahan Terbakar
Sekretaris Komisi C, Taufiqi Fakkarudin Assilahi (Gus Fiqi), menyebut RDP ini tindak lanjut sidak yang dilakukan Senin lalu. Fokus utama adalah memastikan posisi Disdikbud dalam program revitalisasi sekolah yang bersumber dari pemerintah pusat.
”Kami menindaklanjuti sidak di beberapa tempat, termasuk SDN Jarak 1,” ujarnya.
Sepanjang 2026, terdapat 30 sekolah yang direhabilitasi lewat APBD senilai Rp 4,2 miliar. Selain itu, program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan menyasar 128 sekolah dengan anggaran Rp 77,4 miliar.
”Angkanya cukup besar, dari Rp 300 juta hingga miliaran per sekolah,” jelas Gus Fiqi.
Baca Juga: Hampir Setahun Tak Pasti, Parkir Kebonrojo Jombang Kini Dilelang
Dalam RDP, Disdikbud menegaskan hanya berperan sebagai fasilitator. Tanggung jawab utama pelaksanaan berada di sekolah penerima manfaat.
”Semua tanggung jawab sebenarnya kepada kepala sekolah masing-masing. Dinas hanya fasilitator,” terang Gus Fiqi.
Anggota Komisi C dari Fraksi PDIP, Saifulloh, menyoroti perencanaan rehabilitasi SDN Jarak 1. Ia menyebut kondisi eksisting bangunan tidak sepenuhnya terakomodasi dalam RAB dan gambar teknis awal.
Akibatnya, kebutuhan teknis di lapangan berbeda dengan perencanaan.
”Ini semestinya bisa diminimalkan sejak tahap perencanaan. Konsultan harus survei dan kajian menyeluruh,” tegasnya.
Komisi C meminta Disdikbud melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan seluruh kegiatan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah.
Baca Juga: Razia PKL Jombang Digencarkan, Pedagang Masih Enggan Pindah
Evaluasi mencakup kesesuaian kondisi lapangan dengan gambar teknis, volume pekerjaan, serta RAB.
”Kejadian di SDN Jarak 1 harus jadi bahan evaluasi agar kesalahan serupa tidak terulang,” pungkas Saifulloh. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz