JombangBanget.id – Petani tembakau Jombang menghadapi kondisi yang berlawanan pada musim panen tahun ini.
Harga jual daun tembakau cukup bagus, mencapai Rp 6.500–Rp 7.000 per kilogram, tetapi produksi justru turun hingga 50 persen karena tanaman kekurangan air.
Kondisi itu dirasakan petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas. Salah satunya Sumarno, petani asal Dusun Bedander, Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Jombang.
Baca Juga: Profil Yusuf Nurdiawan, Dari Atlet Cilik hingga Guru Berprestasi Jombang
’’Harganya bagus, cuma hasilnya kurang maksimal,’’ ucapnya.
Harga daun tembakau basah kualitas atas saat ini Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram. Sementara kualitas sedang sekitar Rp 5.000–Rp 6.000 per kilogram dan kualitas bawah Rp 4.000 per kilogram.
Meski harga cukup tinggi, hasil panen yang diperoleh tahun ini tidak maksimal. Untuk tembakau jenis Jinten yang ditanamnya, produksi hanya sekitar 9–11 kuintal per banon 100 atau sekitar 1.400 meter persegi.
Biaya perawatan juga menjadi salah satu kendala. Petani tembakau tidak mendapatkan pupuk subsidi sehingga harus membeli pupuk nonsubsidi. Harga pupuk urea saat ini Rp 215 ribu per sak.
Baca Juga: Buntut Perpustakaan Terbakar, SMPN 2 Perak Jombang Kehilangan Ruang Baca
Petani lainnya, Supardi, mengatakan, kondisi cuaca kering sebenarnya membuat kualitas daun tembakau cukup bagus. Namun, produksi tidak maksimal karena tanaman kekurangan air.
’’Cuaca saat ini sangat mendukung, kualitas daun bagus. Apalagi bagi perajang jelas senang, berbeda dengan petani seperti kami,’’ katanya.
Sementara itu, perajang tembakau Hudi Setiawan asal Desa Mangunan menyebut harga tembakau rajangan tahun ini juga lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
Untuk rajangan non-gula, harganya sekitar Rp 54 ribu per kilogram. Sedangkan rajangan dengan gula berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.
’’Rendemen tembakau bagus tahun ini. Satu ton daun basah bisa menghasilkan sekitar 180 kilogram daun kering,’’ ujarnya.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, Lasiman, membenarkan adanya penurunan produksi tembakau tahun ini.
Baca Juga: Semalam, Delapan Diesel Petani Jombang Jadi Sasaran Pencuri
Menurutnya, harga tembakau di tingkat petani memang cukup bagus. Namun, produksi mengalami penurunan cukup signifikan.
’’Harganya bagus dan lumayan, cuma hasil produksi berkurang,’’ ucapnya.
Untuk tembakau Jinten, harga daun basah saat ini sekitar Rp 6.000 per kilogram. Sedangkan tembakau rajangan berada di kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 41 ribu per kilogram, tergantung kualitas.
’’Produksi tembakau saat ini hanya sekitar 10–15 ton per hektare,’’ ucapnya.
Padahal, musim sebelumnya produksi bisa mencapai 18–20 ton per hektare.
Produksi tahun ini turun sekitar 25–50 persen. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz