JombangBanget.id – DPRD Jombang meminta keluhan 11 siswa SDN Purisemanding 1, Kecamatan Plandaan, Jombang yang mengalami mual hingga muntah usai menyantap menu MBG, Kamis (24/9), tidak diabaikan.
Para siswa sudah diperiksa di Puskesmas Plandaan dan dipulangkan dalam kondisi baik.
Anggota DPRD Jombang Fraksi PDI Perjuangan, Ama Siswanto, menegaskan kasus ini tidak boleh dianggap sepele.
Baca Juga: Kebakaran di SMPN 2 Perak Jombang, Dua Ruangan Ludes
”Apalagi sebelumnya sudah ada kejadian di SMPN 1 Kabuh. Ketika terus muncul kasus serupa, artinya ada evaluasi yang belum tuntas,” ujarnya.
Ama meminta Satgas MBG Kabupaten Jombang lebih aktif melakukan pengawasan.
”Satgas jangan hanya turun setelah kejadian. Harus sering turun ke lapangan, kalau perlu menggandeng kecamatan,” tegasnya.
Ia juga mendorong masyarakat pro aktif melakukan pengawasan. Jika menemukan indikasi permasalahan di lapangan terkait MBG, jangan segan melapor.
Baca Juga: Empat Tahun Konsisten, SMK Diponegoro Ploso Jombang Cetak Prestasi di LKS
”Kita juga berharap BGN aktif mendorong peran aktif masyarakat dalam pengawasan program,” tegasnya.
Kasus di SDN Purisemanding menambah catatan panjang persoalan MBG. Sebelumnya, sedikitnya 256 siswa SMPN 1 Kabuh mengalami keluhan kesehatan (2/9).
Lalu, seorang siswa SMAN Plandaan menemukan ulat hidup dalam ompreng MBG (10/9).
Terbaru, seorang ibu di Desa Gondek, Mojowarno, juga menemukan ulat mati dalam menu sayuran MBG (24/9).
Meski demikian, penyaluran MBG di SDN Purisemanding tetap berjalan.
Baca Juga: Binrohtal: Empat Pesan Rasulullah, dari Tata Niat hingga Ikhlas Beramal
Pengawas SD Kecamatan Plandaan, Sambang, menyebut koordinasi lintas sektor dilakukan Jumat (25/9) pagi dengan melibatkan orang tua, SPPG, satuan pendidikan, dan kepolisian.
”Alhamdulillah, MBG masih diberikan. Anak-anak tetap masuk sekolah,” ujarnya, Jumat (25/9). (fid/wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz