Panen Tembakau Jombang Baru Separo, Rampung Oktober

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:26 WIB
SEMRINGAH: Petani di Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Jombang memanen tembakau sebelum dijual ke perajang. (Azmy Endiyana/Radar Jombang)
SEMRINGAH: Petani di Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Jombang memanen tembakau sebelum dijual ke perajang. (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Panen tembakau di  Jombang baru mencapai 51,82 persen atau 3.279,14 hektare dari total luas tanam 6.327,70 hektare.

Dengan sejumlah sentra diperkirakan baru rampung Oktober nanti.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang Moch. Rony mengatakan, sebagian besar tanaman tembakau saat ini masih dalam proses panen.

Baca Juga: RSUD Jombang Siapkan Amdal, Radioterapi Mulai Dirancang

Sejumlah wilayah bahkan diperkirakan baru menyelesaikan panen Oktober.

”Total luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang seluas 6.327,70 hektare. Sedangkan luas panen sampai saat ini 3.279,14 hektare atau sekitar 51,82 persen,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sentra tanaman tembakau Jombang masih didominasi wilayah utara Sungai Brantas. Sedikitnya lima kecamatan menjadi kawasan utama pertanaman tembakau.

Di Kecamatan Plandaan, luas tanam mencapai 991,33 hektare. Hingga kini, luas panennya sekitar 297,40 hektare. Panen diperkirakan seluruhnya selesai awal Oktober.

Baca Juga: Mampir Beli Minum, Motor Karyawan Pabrik Dicuri di Jombang

Kemudian Kecamatan Ploso memiliki luas tanam 1.350 hektare dengan luas panen mencapai 1.080 hektare. Panen keseluruhan diperkirakan rampung akhir September.

Untuk Kecamatan Kabuh, luas tanam tembakau menjadi yang terbesar, yakni mencapai 2.633 hektare. Dari luasan itu, sekitar 922 hektare sudah dipanen. Seluruh panen diperkirakan selesai akhir Oktober.

Sementara Kecamatan Ngusikan, memiliki luas tanam 328,37 hektare dan luas panen 262,696 hektare.

Panen diperkirakan selesai akhir September. Sedangkan di Kecamatan Kudu, luas tanam mencapai 1.025 hektare dengan luas panen 718 hektare dan diperkirakan rampung akhir September.

”Prosentase panen keseluruhan saat ini 51,82 persen di Kabupaten Jombang,” kata Roni.

Baca Juga: Dolanan Padang Bulan Antar Desa Miagan Jombang Juara Wirosobo Fest 2026

Di tengah panen yang masih berlangsung, harga tembakau rajangan kering juga terpantau cukup bagus. Harga berada di rentang Rp 42 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Namun, harga yang diterima petani bergantung pada kualitas tembakau, penggunaan gula dalam proses perajangan, serta permintaan dari pabrik.

”Harga rajangan Rp 42 ribu sampai Rp 50 ribu, tergantung campur gula apa tidak, juga tergantung permintaan pabrik,” terangnya. (yan/fid)

Editor : Ainul Hafidz
panen disperta Luas Tembakau Jombang