1.100 Calon Jemaah Umrah Ajukan Refund, Direktur Annisa Ahmada Menghilang

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 07:11 WIB
Ilustrasi umrah. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)
Ilustrasi umrah. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Sedikitnya 1.100 Calon Jemaah Umrah (CJU) Annisa Ahmada Travelindo mengajukan refund di Mojokerto sejak 16 September 2026.

Sementara kuasa hukum menyebut belum mengetahui keberadaan Direktur Utama, Erny Khoirun Nisa.

Gelombang pengajuan pengembalian dana atau refund mengguncang biro perjalanan umrah Annisa Ahmada Travellindo (ITS Grup). Sejak Rabu (16/9), sedikitnya 1.100 calon jemaah umrah (CJU) tercatat mengajukan pengembalian dana setelah Kementerian Haji dan Umrah secara resmi membekukan operasional travel terhitung sejak 17 September 2026.

Baca Juga: Renungan Minggu: Saat yang Sedikit Diserahkan kepada Tuhan Menjadi Mukjizat

Pengajuan refund dilakukan di posko yang dibuka penasihat hukum Annisa Ahmada, Rif’an Hanum, di Dusun Losari, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Posko tersebut menjadi tempat jemaah menyerahkan dokumen setelah kantor travel di Jalan PB Soedirman, Kota Mojokerto, tutup. 

’’Pengajuan refund kami terima karena kami membuka posko setelah kantor travel di Jalan PB Soedirman, Kota Mojokerto tutup,’’ kata Rif’an saat dikonfirmasi, (19/9).

Membeludaknya pengajuan refund membuat nilai dana yang harus dikembalikan tak sedikit.

Baca Juga: Binrohtal: Tak Ada yang Melihat, Tapi Allah Tahu

Dengan harga paket yang rata-rata sekitar Rp 25 juta per jemaah, dana yang dituntut untuk dikembalikan kepada 1.100-an CJU diperkirakan mencapai sekitar Rp 25 miliar.

Namun, nilai tersebut masih sangat mungkin bertambah. Berdasarkan rilis Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), terdapat sekitar 4.000 CJU yang telah menandatangani perjanjian perjalanan umrah dengan PT Annisa Ahmada Travaelindo.

Pembekuan akses travel oleh Kemenhaj pada Kamis (17/9) menjadi titik krusial persoalan tersebut.

Kebijakan itu dilakukan setelah sebelumnya ditemukan 82 jemaah umrah yang tertahan di Makkah dan Madinah lantaran tidak memiliki tiket kepulangan ke Indonesia.

Di sisi lain, sebanyak 282 jemaah gagal diberangkatkan dalam rentang 15–18 September.

Jemaah terdampak tidak hanya berasal dari Jombang dan wilayah sekitar. Annisa Ahmada tercatat memiliki jaringan cabang di sejumlah daerah, mulai Kediri, Jombang, Mojokerto, Tulungagung, Gresik hingga Samarinda.

Baca Juga: 72 Kebakaran Terjadi di Jombang, Sehari Bisa Empat Kali

Peserta umrah juga berasal dari luar Jawa, di antaranya Bali, Padang, Riau, Pekanbaru, Lampung hingga Banjarmasin.

Variasi paket yang ditawarkan travel tersebut juga beragam. Rif’an menyebut, terdapat paket umrah sembilan hari sebesar Rp 24,9 juta dan paket umrah 12 hari sebesar Rp 25,9 juta.

Harga tersebut belum termasuk tambahan Rp 3 juta untuk biaya avtur.

’’Ada paket umrah sembilan hari sebesar Rp 24,9 juta, ada juga paket umrah 12 hari sebesar Rp 25,9 juta. Itu pun belum termasuk tambahan Rp 3 juta untuk biaya avtur,” terang Rif’an.

Baca Juga: Tabrak Lari di Jembatan Kayen Jombang, Pemotor Tewas

Di tengah derasnya pengajuan refund, keberadaan Direktur Utama PT Annisa Ahmada Travellindo, Erny Khoirun Nisa alias Ning Nisa, hingga kini belum diketahui.

Rif’an mengaku belum pernah bertemu maupun berkomunikasi langsung dengan kliennya tersebut sejak ditunjuk sebagai kuasa hukum.

Komunikasi selama ini hanya dilakukan dengan staf travel yang ditunjuk. Bahkan, ketika Rif’an diminta membuka posko refund, dirinya hanya menerima sejumlah boks berisi ribuan paspor dan kartu vaksinasi jemaah.

’’Saya belum pernah bertemu dan berkomunikasi dengan Erny Khoirun Nisa. Selama ini komunikasi hanya dengan staf travel yang ditunjuk,’’ ungkapnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
annisa ahmada refund Direktur umrah Jombang