JombangBanget.id – Sebanyak 83 jemaah umrah asal Jombang akhirnya membeli tiket pesawat sendiri seharga Rp 7,2 juta per orang untuk pulang ke Indonesia.
Itu setelah tidak mendapat kepastian penerbangan dari pihak travel, PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang Ilham Rohim mengatakan, 54 jemaah dari Madinah telah terbang ke Indonesia pada Kamis (17/9).
Baca Juga: Ditanam Belakangan, Padi MSP 65 di Jombang Panen Duluan
Sementara 29 jemaah lainnya dari Makkah menyusul diterbangkan melalui Bandara Jeddah.
”Yang 54 sudah terbang dan insya Allah nanti malam jam 19.00 tiba di Bandara Jakarta. Dan yang 29 jemaah nanti menyusul jam 11.30 waktu Arab Saudi,” ujarnya, Kamis (17/9).
Ilham tak menampik, sebanyak 26 jemaah seharusnya pulang pada 12 September.
Namun, mereka tertahan di Makkah selama lima hari karena tidak ada kepastian tiket penerbangan sesuai yang dijanjikan pihak travel.
Baca Juga: UKM Asal Jombang Raih Jamsostek Award, Ini Komitmennya
”Yang 26 jemaah itu di Makkah selama lima hari, dari tanggal 12 sampai 16,” katanya.
Karena sudah lama tertahan dan tak kunjung ada kepastian tiket dari PT Annisa, para Jemaah akhirnya memutuskan untuk membeli tiket secara mandiri.
Berdasarkan informasi dari jemaah, harga tiket mencapai Rp 7,2 juta per orang.
”Kepulangan seluruh jemaah akhirnya dilakukan secara mandiri. Para Jemaah akhirnya memutuskan beli tiket sendiri. Informasi dari jemaah, tiketnya Rp 7.200.000 per orang,” tegas Ilham.
Terkait biaya tambahan tersebut, Kemenhaj akan membicarakannya dengan PT Annisa Ahmada selaku pihak travel yang bertanggung jawab atas keberangkatan dan kepulangan seluruh jemaah setelah tiba di Indonesia.
”Itu nanti akan diselesaikan setelah sampai di Indonesia,” tambahnya.
Baca Juga: Kisah Dewi Sri Hidup di Panggung Wirosobo Fest 2026 Jombang
Ilham menegaskan, sebelumnya Kemenhaj Jombang telah berulang kali berupaya mendampingi keluarga Jemaah terkait nasib Jemaah yang tertahan di tanah suci.
Namun, komunikasi dengan pihak travel sulit dilakukan sejak 12 September.
”Telepon tidak diangkat, WA tidak dijawab, voice note juga tidak dijawab,” ungkapnya.
Setelahnya gagal pulang tersebut, pihak travel menjanjikan kepulangan seluruh jemaah baik 26 jemaah yang sebelumnya tertahan di Makkah serta 56 jemaah yang saat itu masih menjalankan rangkaian ibadah umrah di Madinah akan dibarengkan pada Selasa (15/9).
Baca Juga: Buntut 259 Siswa Jombang Keracunan, Kepala SPPG Mangunan Dicopot
Namun, lagi-lagi hingga waktu yang ditentukan tiba, tidak ada kejelasan tiket penerbangan.
Petugas Kemenhaj bahkan dua kali mendatangi kantor PT Annisa Ahmada baik di Jombang dan Mojokerto.
Kantor di Jombang dalam kondisi tutup. Sedangkan saat mendatangi kantor di Mojokerto, petugas hanya bertemu staf yang tidak dapat memberikan kepastian.
”Tanggal 16 kami datang ke kantor ITS tapi tutup. Ketemu stafnya, beliau tidak bisa memberikan jawaban pasti,” jelasnya.
Atas persoalan tersebut, Kemenhaj Jombang akan membuat berita acara untuk dilaporkan ke Kanwil Kemenhaj.
Penanganan lebih lanjut terhadap travel diserahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah RI.
Baca Juga: Tenda Aksi di Kantor Pemkab Jombang Bertambah, Empat Tuntutan Dibahas
”Ada tahapan peringatan, pemanggilan, sampai pembekuan izin operasional,” pungkas Ilham.
Diberitakan sebelumnya, rencana keberangkatan 196 calon jemaah umrah melalui PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) berujung ricuh, Minggu (30/8).
Jemaah yang sudah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin sejak dini hari mendadak diberi tahu pihak travel hanya sekitar 40 orang bisa berangkat hari itu. Sontak para jemaah melayangkan protes keras.
Persoalan kemudian dimediasi di Satreskrim Polres Jombang dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang.
Hasilnya, pihak travel menyanggupi memberangkatkan seluruh jemaah secara bertahap dalam waktu tiga hari. Kini, persoalan berlanjut pada kepulangan jemaah. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz