JombangBanget.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengakui pedagang asongan masih sulit dikendalikan di kawasan Alun-Alun Jombang.
Salah satunya, karena akses masuk terbuka dari berbagai sisi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum mengatakan, secara umum PKL sudah tidak lagi berjualan di kawasan Alun-Alun Jombang.
Baca Juga: FRMJ Dirikan Tenda, Siap Bermalam di Depan Kantor Pemkab Jombang
Namun, pihaknya mengakui masih kesulitan mengendalikan aktivitas pedagang asongan.
’’Untuk PKL yang di alun-alun sebenarnya sudah tidak ada. Akan tetapi, kami tidak bisa memungkiri keberadaan pedagang asongan yang memang sulit dikendalikan,’’ ujarnya, Rabu (16/9).
Menurut Ulum, kondisi Alun-Alun Jombang yang tidak memiliki pagar menjadi salah satu faktor pedagang asongan mudah keluar-masuk kawasan.
Akses yang terbuka dari berbagai sisi membuat pengawasan terhadap aktivitas mereka menjadi lebih sulit.
Baca Juga: Daur Ulang Jadi Kreasi, Pawai Budaya Denanyar Jombang Makin Meriah
’’Memang alun-alun tidak berpagar sehingga (pedagang asongan, Red) bisa masuk dari semua sisi,’’ jelasnya.
Meski demikian, DLH tetap berupaya meminimalkan keberadaan pedagang asongan tersebut.
Salah satunya dengan menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan sekaligus penertiban di kawasan alun-alun.
’’Kami tetap berupaya untuk meminimalisir keberadaan pedagang asongan tersebut. Kami juga menerjunkan tim sendiri untuk meminimalisir itu,’’ ungkapnya.
Ulum menambahkan, selama ini petugas DLH yang berada di kawasan alun-alun lebih banyak bertugas mengawasi ketertiban penggunaan fasilitas playground.
Baca Juga: Auliya Octaviani, Ibu Empat Anak yang Masih Mengejar Cita-Cita Lanjut S2
Namun, aktivitas pedagang asongan juga menjadi perhatian ketika ditemukan mengganggu ketertiban kawasan.
’’Biasanya dari DLH hanya terkait ketertiban penggunaan playground. Tapi untuk pedagang asongan tetap kami upayakan untuk diminimalisir,’’ pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz