Sungai di Jombang Penuh Endapan dan Limbah Berbau Busuk, Sumur Warga Ikutan Tercemar

Achmad RW • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB
Kondisi Sekunder Rejoagung 2 di Dusun Murong Santren, Desa Mayangan yang penuh endapan dan limbah yang berbau busuk
Kondisi Sekunder Rejoagung 2 di Dusun Murong Santren, Desa Mayangan yang penuh endapan dan limbah yang berbau busuk

JombangBanget.id – Kondisi Sungai Sekunder Rejoagung 2 di Dusun Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, memprihatinkan. 

Pantauan Senin (14/9) siang, debit air nyaris kering. Aliran sungai lebih banyak dipenuhi endapan berwarna cokelat dengan bau menyengat.

Di sejumlah titik, saluran pembuangan dari permukiman tampak menjorok ke badan sungai.

Baca Juga: 300 Ton Limbah B3 di Jombang Diangkut, Sisa Segini yang Belum Dipulihkan

Cairan berwarna putih juga terlihat mengalir dari saluran tersebut. Baunya tak sedap, diduga berasal dari limbah produksi tahu yang dibuang ke aliran sungai.

Umar Mahmud, warga setempat mengatakan persoalan limbah di sungai tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

Selain limbah tahu, sungai juga menjadi tempat pembuangan kotoran hewan hingga sampah rumah tangga. ”Yang jadi keluhan itu limbah tahu, kotoran hewan, dan sampah-sampah,” ujarnya.

Baca Juga: Irigasi Sawah di Betek Tercemar Limbah Pabrik, DLH Jombang Segera Terjunkan Tim

Menurut Umar, bau paling menyengat dirasakan saat musim kemarau. Kondisi sungai yang minim air membuat endapan limbah tertahan dan menimbulkan bau yang mengganggu warga sekitar.

 ”Kalau kemarau, parah. Setiap hari dada terasa sesak dan panas karena baunya,” katanya.

Dia menyebut persoalan tersebut bukan baru terjadi. Warga sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah.

Namun, hingga kini belum ada solusi yang dirasakan warga. ”Bukan satu dua kali disampaikan, sudah sering. Hasilnya tidak ada solusi, hanya kabar-kabar saja,” ungkapnya.

Ironisnya, pencemaran disebut tak hanya terjadi di sungai. Umar mengaku kondisi air sumur miliknya juga sudah tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Airnya berwarna putih keruh seperti susu dan mengeluarkan bau menyengat. ”Air sumur sangat tercemar, sangat bau. Untuk minum dan masak saya bertahun-tahun pakai air galon,” jelasnya.

Kondisi itu membuat penggunaan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari juga terganggu.

Baca Juga: Pemkab Jombang Catat 104 Lokasi Tercemar Limbah B3, Pemulihan Lingkungan Terus Berjalan

Umar mengatakan mencuci pakaian menggunakan air sumur bahkan masih menyisakan bau meski sudah diberi pewangi. ”Kalau untuk konsumsi ya terpaksa harus beli air lagi,” imbuhnya.

Menurut Umar, warga sebenarnya sudah mendapat informasi mengenai rencana penanganan pencemaran tersebut.

Salah satunya pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Namun, rencana itu hingga kini belum terealisasi. ”Katanya dibuatkan IPAL, tapi sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Editor : Achmad RW
berbau busuk Jogoroto sungai tercemar limbah