Plafon Ambruk di Sekolah Rakyat Jombang, Siswi Jadi Korban

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 06:11 WIB
JEBOL: Kondisi plafon gedung serba guna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Sabtu (12/9). (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
JEBOL: Kondisi plafon gedung serba guna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Sabtu (12/9). (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Plafon gedung serba guna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang ambruk saat angin kencang, Sabtu (12/9), hingga menimpa seorang siswi kelas VII yang berada di bawahnya.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 11.50 WIB. Material plafon menimpa Meyta Sevia Nuraini, 13, saat hendak melaksanakan salat duhur.

Beruntung, warga Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, tidak mengalami luka maupun pendarahan.

Baca Juga: Bakar Daun Tebu, Lansia di Diwek Jombang Ditemukan Tewas

Meyta hanya mengeluhkan pusing setelah bagian kepalanya terkena material plafon.

Meyta menceritakan, sebelum kejadian dia hendak menuju masjid untuk salat duhur.

Namun, dia sempat duduk sebentar di gedung serba guna, sementara teman-temannya sudah lebih dulu pergi ke masjid.

”Saya mau salat Duhur, dan duduk-duduk sebentar di situ. Saya sendiri, teman-teman sudah ke masjid,” katanya.

Baca Juga: Lolos dari Kecelakaan Maut Tol Jombang-Mojokerto, Lidia Terlempar Saat Tidur

Tak lama berselang, angin bertiup kencang. Tiba-tiba bagian plafon di atasnya runtuh dan materialnya mengenai kepala Meyta.

”Anginnya kencang, lalu yang atas (plafon) runtuh,” imbuhnya.

Meski tertimpa material, Meyta tidak mengalami luka terbuka ataupun pendarahan.

Dia hanya merasakan pusing. Setelah kejadian, dia tetap menuju masjid untuk melaksanakan salat.

”Yang kena bagian kepala, tidak sampai luka parah atau berdarah. Hanya pusing. Lalu saya salat ke masjid,” ungkapnya.

Setelah salat, Meyta menceritakan kejadian kepada teman-temannya. Informasi itu kemudian disampaikan kepada wali asuh SD dan bagian keamanan.

Baca Juga: Pembangunan Huntap Korban Longsor Wonosalam Jombang Diajukan di APBD 2027

Meyta selanjutnya dibawa ke ruang UKS untuk menjalani pemeriksaan. Dia juga mendapat obat dan diminta beristirahat untuk memastikan kondisinya tetap baik.

Terpisah, Anti Mukaromah, 42, wali asuh siswa SMP Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, mengungkapkan, kondisi plafon gedung serba guna sebelumnya sudah menunjukkan tanda-tanda akan runtuh.

Menurutnya, kondisi tersebut terlihat setelah kegiatan karate. Sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah siswa juga sempat melaporkan kondisi plafon yang bermasalah. Namun, ketika itu belum ada korban.

”Meyta waktu itu mau salat ke masjid, cuma duduk-duduk dulu di gedung serba guna. Lokasinya di samping, katanya cari kunci,” ujar Anti.

Baca Juga: Pembangunan Huntap Korban Longsor Wonosalam Jombang Diajukan di APBD 2027

Sekitar pukul 11.50 WIB, plafon akhirnya runtuh dan mengenai Meyta. Pihak sekolah langsung memberikan penanganan kepada korban di UKS.

”Yang jelas sudah langsung dilakukan penanganan kesehatan di UKS. Meyta kami minta untuk istirahat dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang Andik Minarto membenarkan kejadian itu.

Dia mengatakan satu siswi sudah mendapat penanganan setelah tertimpa material plafon.

”Jadi benar, sudah dilakukan penanganan untuk Meyta. Karena ada klinik kesehatan di situ,” katanya.

Andik menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang memiliki fasilitas kesehatan melalui kerja sama dengan Klinik Seger.

Baca Juga: Tabrak Truk di Tol Jombang-Mojokerto, Empat Penumpang Hiace Tewas

Tenaga kesehatan disiagakan di sekolah dalam dua sif, yakni pagi hingga sore. Sedangkan pada malam hari, ketika terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan, siswa diarahkan ke Klinik Seger.

”Jadi ada kerja sama dengan Klinik Seger, memfasilitasi faskes di Sekolah Rakyat. Mereka stand by di sana, dua sif. Pagi-sore, sementara malam ketika ada apa-apa ke Klinik Seger,” jelasnya.

Terkait plafon yang ambruk, pihaknya sudah melaporkan kerusakan ke Kementerian PU.

”Sudah kami laporkan ke perwakilan Kementerian PU. Supaya lokasinya disterilkan dahulu, biar anak-anak tidak bermain di situ,” katanya.

Baca Juga: Tabrak Truk di Tol Jombang-Mojokerto, Empat Penumpang Hiace Tewas

Pantauan di lokasi, sedikitnya terdapat tiga titik plafon yang mengalami kerusakan, yakni di sisi utara, sisi timur, dan bagian dalam gedung. Tidak hanya material plafon, rangka bajanya juga ikut ambruk.

Area yang mengalami kerusakan dipasangi pita pengaman berwarna hitam-kuning.

Sejumlah pekerja juga membersihkan material plafon dan rangka baja yang runtuh dari lokasi kejadian. (fid/ang)

Editor : Ainul Hafidz
rusak siswa plafon Jombang Sekolah Rakyat