Jombang Waspadai Kekeringan, Lima Kecamatan Ini Masuk Pemetaan

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 05:23 WIB
Ilustrasi kekeringan. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)
Ilustrasi kekeringan. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pemkab Jombang mewaspadai potensi kekeringan di lima kecamatan pada musim kemarau 2026.

Itu setelah BPBD Jombang memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas mengatakan, pemetaan potensi kekeringan sudah dilakukan sejak Juni 2026.

Baca Juga: Bakar Daun Tebu, Lansia di Diwek Jombang Ditemukan Tewas

Kecamatan Bareng dan Wonosalam menjadi dua wilayah yang masuk dalam pemetaan.

Sementara wilayah utara Sungai Brantas, yakni Kecamatan Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan, juga masuk kawasan yang perlu diantisipasi.

Kondisi wilayah itu menjadi perhatian BPBD untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya persoalan kekurangan air bersih.

Selain kekeringan, BPBD juga memetakan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Empat kecamatan masuk dalam pemetaan tersebut, yakni Wonosalam, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan.

Baca Juga: Lolos dari Kecelakaan Maut Tol Jombang-Mojokerto, Lidia Terlempar Saat Tidur

”Kami siapkan semuanya untuk melakukan penanganan, baik untuk kekeringan maupun kebakaran hutan, lahan, dan lainnya,” ungkap Wiku kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (11/9).

Meski potensi sudah dipetakan, hingga kini Jombang masih aman dari bencana kekeringan.

BPBD belum menerima laporan kekurangan air bersih maupun permintaan suplai air dari kecamatan. Kebutuhan air masyarakat sejauh ini masih tercukupi.

”Sementara kita masih tercukupi kebutuhan air. Dan dari kecamatan belum ada yang meminta suplai untuk air bersih,” ucap Wiku.

Meski belum ada laporan, potensi kekeringan tetap diwaspadai, terutama di wilayah utara.

BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca untuk mengantisipasi perubahan situasi.

Baca Juga: Bus Pemkab Jombang Bawa Rombongan Teater Selamat dari Kecelakaan di Tol

”Untuk wilayah utara ada potensi. Tapi semoga saja kebutuhan air masih tercukupi,” ujarnya.

Secara normal kejadian kekeringan di Jombang mulai muncul sekitar Oktober.

Namun, kepastian kondisi musim kemarau masih menunggu informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

”Kalau normal biasanya sekitar bulan Oktober, cuma kita juga masih menunggu rilis dari BMKG,” pungkasnya. (ang/fid)

Editor : Ainul Hafidz
air bersih kekurangan kekeringan Jombang kemarau