JombangBanget.id - Kepulangan 118 jemaah umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, Sabtu (12/9) besok masih dibayangi ketidakpastian tiket.
Hingga Jumat (11/9) sore, KBIHU masih menunggu issued ticket dari PT Annisa Ahmada Travelindo meski keberangkatan ke Indonesia tinggal sehari.
Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang Ema Umiyyatul Chusnah mengaku masih menunggu issued ticket dari pihak travel, PT Annisa Ahmada Travelindo.
Baca Juga: Jijik! Ada Ulat Hidup di Menu MBG Siswa SMA di Jombang
Upaya komunikasi untuk memastikan tiket kepulangan juga belum mendapat jawaban.
”Yang 118 jemaah besok kepulangan. Saya masih menunggu issued ticket dari travel,” ujar Ema, Jumat (11/9) sore.
Waktu kepulangan yang tinggal sehari membuat pihak KBIHU terus melakukan koordinasi.
Sebab, tiket menjadi kepastian utama untuk memastikan ratusan jemaah tersebut bisa meninggalkan Arab Saudi sesuai jadwal.
Baca Juga: Petrus Cs Divonis Lebih Ringan, Tiga Terdakwa Kasus Ganja di Jombang Banding
”Belum. Pusing saya. Pihak travel dihubungi belum jawab. Padahal besok sudah harus pulang,” ungkapnya.
Meski begitu, Ema masih optimistis tiket akan tersedia.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan travel agar kepulangan jemaah tidak kembali mengalami kendala. ”Insyaallah ada,” tegasnya.
Di sisi lain, 20 jemaah umrah tahap pertama sudah lebih dahulu menyelesaikan perjalanan.
Mereka kini dalam perjalanan menuju Jombang setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan bus sekitar pukul 14.00.
”Sekarang yang 20 jemaah sudah otw Jombang, dari Bandara Cengkareng. Naik bus tadi kira-kira pukul 14.00 dari Jakarta,” jelas Ema.
Baca Juga: Oknum Guru di Jombang Dibekuk Polisi, Akui Cabuli Mantan Siswi 13 Kali
Diberitakan sebelumnya, rencana keberangkatan 196 calon jemaah umrah melalui PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) berujung ricuh, Minggu (30/8).
Mereka yang sudah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin sejak dini hari mendadak diberi tahu pihak travel hanya sekitar 40 orang bisa berangkat hari itu. Para Jemaah pun melayangkan protes keras.
Persoalan kemudian dimediasi di Satreskrim Polres Jombang dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang.
Hasilnya, pihak travel menyanggupi memberangkatkan seluruh jemaah secara bertahap dalam waktu tiga hari.
Baca Juga: Eks Direktur Koperasi Al Kahfi Jombang Dituntut 4 Tahun Penjara
Sebanyak 20 jemaah berangkat pada 31 Agustus dan 120 jemaah pada 1 September. Serta 58 lainnya berangkat pada 5 September.
Direktur/CEO PT Annisa Ahmada, Erni Khairunnisa, menegaskan perusahaan tidak pernah melarikan dana jemaah maupun membatalkan penerbangan sepihak.
Menurutnya, sistem keberangkatan memang berbasis grup (kloter) sesuai skema yang disiapkan.
”Tiket penerbangan serta pendampingan di bandara sudah disiapkan sesuai skema per grup,” tegas Erni dalam keterangan resmi. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz