JombangBanget.id - SPPG Mangunan terancam mendapat sanksi setelah distribusi MBG ke SMPN 1 Kabuh dihentikan sementara.
Menyusul dugaan keracunan yang membuat 259 orang mengalami gangguan kesehatan.
Pengiriman program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SMP Negeri 1 Kabuh dihentikan sementara mulai Jumat (4/9).
Baca Juga: Buntut Kasus Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Kemenhaj Jombang Awasi Seluruh PPIU
Keputusan ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sedikitnya 256 siswa dan sejumlah guru usai menyantap menu MBG pada Rabu (2/9).
Pihak sekolah menerima pemberitahuan dari pihak SPPG Mangunan melalui pesan WhatsApp.
Kepala SMPN 1 Kabuh Suprihadiono membenarkan penghentian distribusi tersebut.
Informasi penghentian distribusi MBG diterima sekolah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brumbung Mangunan di Kecamatan Kabuh via pesan WhatsApp tanpa kejelasan batas waktu.
Baca Juga: Janji Berangkat Meleset, 58 Jemaah Umrah Jombang Masih Tertahan
”Belum ada konfirmasi resmi sampai kapan. Pemberitahuan lewat WhatsApp hanya menyebut mulai hari ini belum ada pengiriman lagi, menunggu konfirmasi lebih lanjut," ujar Suprihadiono, Jumat (4/9).
Pantauan di lokasi, Jumat (4/9) siang, dapur SPPG Mangunan di Kecamatan Kabuh tampak sepi dan tertutup rapat.
Tak ada aktivitas memasak maupun lalu lalang armada pengangkut MBG seperti biasa. Saat dikonfirmasi, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Jombang Prisma Aris sulit dihubungi, baik via telepon maupun pesan singkat.
Suprihadiono memastikan kondisi mayoritas anak didiknya kini berangsur pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebagian masih menjalani perawatan di puskesmas.
"Siswa yang dirawat di Puskesmas Kabuh tersisa empat orang karena masih mengeluhkan pusing,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr. Hexawan Tjahja Widjaja mengatakan, dari hasil pendataan yang dilakukan dinas, hingga Kamis (3/9) tercatat sebanyak 259 orang yang mengalami gangguan kesehatan serupa.
Baca Juga: Nasib 360 Formasi CASN Jombang Belum Jelas, Bisa Mundur 2027
”Kamis sore ada tambahan lagi tiga orang dibawa ke puskemas, sehingga yang opname jadi 10,” terangnya, Jumat (3/9).
Dari 10 pasien yang sempat menjalani rawat inap, tujuh di antaranya sudah diperbolehkan pulang pada Jumat pagi setelah kondisi membaik. Mereka sebelumnya mendapat observasi dan tambahan cairan atau rehidrasi karena mengalami lemas.
”Tadi pagi sudah dilakukan visitasi sama dokternya, tujuh boleh pulang,” katanya.
Dengan demikian, kini tersisa tiga pasien yang masih menjalani perawatan. Ketiganya masih mengalami diare cukup sering dan mual.
”Masih diare sekali dan kemudian masih mual-mual saja,” jelas Hexawan.
Baca Juga: Proyek Rehab SMP di Jombang, Satu Sekolah Belum Rampung
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden bermula dari pembagian 689 porsi menu MBG dari SPPG Mangunan berisi nasi, udang, tahu, dan sayur sawi pada Rabu (2/9) siang.
Sejumlah siswa mengaku sudah mencium bau tak sedap dari olahan udang, namun tetap menyantapnya karena lapar.
Gejala pusing, mual, hingga diare hebat baru dirasakan sejumlah siswa sore hari sepulang sekolah. Merekapun dilarikan ke pusat layanan kesehatan terdekat
Tak berhenti di situ, sejumlah siswa yang mengikuti kegaiatan belajar mengajar Kamis (3/9) pagi juga menunjukkan gejala serupa.
Mual, pusing, hingga diare. Pihak sekolah selanjutnya berkoordinasi dengan pihak SPPG dan pukesmas untuk penanganan siswa.
Baca Juga: Karateka Jombang Raih 19 Medali, Shalsabila Jadi Best of the Best
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr Hexawan Tjahja Widada mengungkapkan, dari total 256 korban terdampak, sebanyak 7 orang sempat menjalani rawat inap akibat dehidrasi dan lemas, 74 orang rawat jalan di fasilitas kesehatan, serta 175 orang berobat mandiri.
”Melihat pola dan penumpukan gejala serupa, ada dugaan kuat terjadi intoleransi makanan atau masalah serius pada kualitas olahan menu tersebut," tegas Hexawan.
Sebagai langkah, dinkes mengamankan sampel sisa makanan termasuk termasuk menelusuri kandungan air yang digunakan memasak.
Dinkes juga mengecek kondisi dapur SPPG Mangunan guna memastikan kelayakanan sarana prasana termasuk kelengkapan administrasi dapur. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz