JombangBanget.id - SPPG Mangunan masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan setelah menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan di SMPN 1 Kabuh, Jombang, Rabu (2/9).
SPPG menyebut proses memasak telah sesuai SOP, tetapi mencurigai kondisi udang yang digunakan sebagai salah satu kemungkinan penyebab.
”Proses memasak sudah dilakukan sesuai SOP. Batch masakan juga tidak melebihi batas waktu yang dianggap wajar,” kata Kepala SPPG Mangunan, Cakra Riski Fortuna saat dikonfirmasi di Puskesmas Kabuh, Kamis (3/9).
Baca Juga: Usai Santap MBG, 256 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Diduga Keracunan
Menu MBG yang dibagikan Rabu (2/9) terdiri atas udang saus Padang, pepaya, sayur tumis, dan tahu.
Menu yang sama dikirim ke 19 sekolah dengan total sekitar 2.899 penerima manfaat.
Namun, laporan indikasi keracunan sementara hanya muncul di SMPN 1 Kabuh dengan 689 penerima manfaat.
“Tidak semuanya (terindikasi keracunan). Sekarang masih diusut kenapa cuma di SMPN ini saja, dari lab masih dites,” katanya.
Baca Juga: Student Journalism: Kunci Menghafal Quran
Pihaknya memang mencurigai kondisi udang. Bahan tersebut datang sehari sebelum dimasak atau H-1.
’Indikasi kemungkinan kami curiga ke kondisi udangnya. Soalnya datangnya H-1, sebenarnya dari juknis memang harus H-1,” ujarnya.
Terkait pemeriksaan bahan makanan saat diterima, Cakra menyebut tidak ditemukan masalah melalui uji organoleptik.
Bahkan, berdasarkan pengakuan petugas, udang yang dimasak tidak mengeluarkan bau dan masih dalam kondisi segar.
Baca Juga: Jemaah Umrah Jombang Tertahan di Surabaya, Menhaj Ingatkan Pilih Travel
”Pas dimasak itu nggak tahu karena bumbunya yang membuat bau, atau udangnya yang bau ini nggak tahu juga. Dari pengakuan yang masak udangnya sendiri waktu dimasak itu tidak bau, dan masih segar,” tuturnya.
SPPG Mangunan kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.
”Ini masih dicari dalangnya ada di mana,” pungkasnya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz