Kopi, Teh hingga Mi Gratis, Stan MJM Jombang Ramaikan Muktamar NU

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:49 WIB
TELADAN: Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), mengunjungi stan kopi gratis MJM Jombang di lokasi Muktamar NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas,  Jumat (29/8). (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)
TELADAN: Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), mengunjungi stan kopi gratis MJM Jombang di lokasi Muktamar NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jumat (29/8). (Rojiful Mamduh/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Kopi, teh, mi, dan air mineral gratis tersedia di stan Manakib Jawahirul Ma’ani (MJM) Jombang di lokasi Muktamar NU, Tambakberas, sebagai bentuk khidmah jamaah kepada peserta dan penggembira.

Hal itu diapresiasi Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot) saat berkunjung di lokasi Muktamar NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jumat (29/8).

’’Stan ini sangat inspiratif. Menyediakan kopi, teh, mie, dan air mineral gratis untuk peserta maupun penggembira Muktamar NU,’’ tutur pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis dan Bilqis 2 PP Darul Ulum Rejoso, Jombang ini.

Hal itu menunjukkan jamaah sudah meneladani Syekh Abdul Qodir Aljilani yang manakibnya selalu dibaca. 

Baca Juga: Berawal Jadi Nasabah 2016, Lilik Kini Bawa Pulang Innova Zenix dari Bank Jombang

’’Syekh Abdul Qodir itu menjadi wali karena tiga hal,’’ kata DPC Demokrat Jombang ini.

Pertama luman alias dermawan.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jangan remehkan sedekah sedikit, karena itu lebih baik daripada tidak sama sekali,’’ urai ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang kelahiran 23 Maret 1975 ini.

Baca Juga: UMKM Ramaikan Muktamar ke-35 NU, Bank Jombang Siapkan QRIS

Buktinya, dengan donasi sesuai kemampuan anggotanya, MJM bisa menyediakan stan kopi gratis. Pada kesempatan itu Gus Sentot juga ikut menyumbang.

’’Pahalanya saya kirimkan untuk orang tua,’’ ucap putra KH Rifai Romly dan Hj Ummu Aiman binti KH Mahrus Ali Lirboyo ini.

Kedua, Syekh Abdul Qodir menjadi wali karena tawaduk alias rendah hati. Ketiga, karena hati bersih, tidak pernah punya unek-unek atau mangkel dengan orang lain.

’’Saya selalu berusaha datang diundang siapapun juga demi menjaga hati. Insya Allah ke depan siap menghadiri kegiatan MJM,’’ urai ketua PSSI dan Perkemi Jombang ini.

Baca Juga: KH Ahmad Baso Ungkap Tiga Catatan untuk PBNU di Muktamar NU

Gus Sentot juga mengapresiasi Ketua MJM Jombang, Ustaz Agus Sulaiman, yang masih muda tapi sudah telaten mengurusi jamiyah.

’’Semoga niatnya khidmah kepada ulama. Melayani para tamu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah, dibalas Allah Ta’ala dengan keberkahan hidup dan rezeki melimpah,’’ ungkap alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
stan MJM muktamar Kopi gus sentot