JombangBanget.id – Sebanyak 300 ton limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Dusun Kandangan, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang, diangkut dan lahannya dipulihkan.
Namun, dari 104 titik timbunan limbah B3 yang terdata, baru 20 titik tertangani sehingga masih ada 84 titik yang belum dipulihkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum mengatakan, clean up sekaligus pemulihan lahan di Carangrejo telah rampung.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Ngoro Jombang, Dua Pelajar Tewas
Proyek senilai Rp 194.927.250 itu dikerjakan PT Aneka Adhi Logam selama 14 hari kalender, mulai 10 hingga 23 Juli.
”Jadi sekarang sudah selesai. Volumenya 300 ton,” katanya, Jumat (21/8).
Meski satu lokasi telah tuntas, pekerjaan DLH masih panjang.
Dari 104 titik timbunan limbah B3 yang terdata, baru 20 titik yang dipulihkan.
Baca Juga: Tafsir Aktual: Al-Fatihah (13) KPK-NU
Dengan demikian, masih ada 84 titik yang belum tertangani.
”Dulu kita punya 104 titik, sementara yang sudah dipulihkan itu 20 titik. Sehingga masih ada 84 titik,” ujarnya.
Ulum menjelaskan, pemulihan tidak sekadar mengangkut limbah dari lokasi. Lahan bekas timbunan juga harus dipulihkan agar tidak menyisakan lubang setelah limbah diangkat.
”Selain clean up juga ada pemulihan kembali. Karena tidak mungkin hanya diambil saja, nanti bolong. Sehingga dikembalikan lagi,” jelasnya.
Setelah diangkut, limbah dari Carangrejo dibawa ke salah satu pabrik semen di Kabupaten Tuban untuk dimanfaatkan.
Proses pengiriman menggunakan transporter khusus yang memenuhi ketentuan pengangkutan limbah B3.
Baca Juga: Dari Tambakberas Jombang, Khilma Anis Bawa Pesantren ke Panggung Nasional
”Transporternya harus khusus, tidak boleh sembarangan,” tambahnya.
Untuk menangani puluhan titik yang masih tersisa, DLH Jombang tidak hanya mengandalkan anggaran daerah.
Pemerintah pusat turut memberikan dukungan melalui program pemulihan di sejumlah lokasi.
Salah satunya di Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, tahun ini. Volume limbah di lokasi tersebut mencapai lebih dari 2.000 ton. Penanganannya dibagi dalam beberapa segmen.
”Untuk volumenya lebih besar, karena di atas 2.000 ton,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz