Panen Tembakau Jombang Bergeser, November Jadi Puncaknya

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 07:55 WIB
MASIH MUDA: Tanaman tembakau di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Jombang belum masuk masa panen. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
MASIH MUDA: Tanaman tembakau di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Jombang belum masuk masa panen. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Puncak panen tembakau di Jombang tahun ini diprediksi bergeser.

Dari September menjadi November setelah waktu tanam sejumlah petani mundur hingga Juli akibat kondisi cuaca.

Mundurnya panen dipicu waktu tanam yang ikut bergeser akibat faktor cuaca.

Baca Juga: Murid Menjemput Sejarah, Begini Cara Sekolah di Jombang Tanamkan Nasionalisme

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang Lasiman mengatakan, hujan yang masih turun sebelumnya membuat waktu tanam tembakau tidak serentak.

Sejumlah lahan bahkan baru bisa ditanami hingga Juli karena kondisi tanah belum cukup kering.

”Panen tahun ini mundur. Tidak bisa serentak seperti dulu,” katanya.

Dalam kondisi normal, petani biasanya mulai menanam tembakau pada Mei.

Baca Juga: Student Journalism: Berani Berbicara

Namun, tahun ini sebagian petani baru bisa menanam hingga Juli. Mundurnya waktu tanam otomatis berdampak pada waktu panen.

”Biasanya Mei sudah tanam. Tahun ini sampai Juli baru ada yang tanam. Awal tanam mundur, otomatis panennya juga mundur,” imbuhnya.

Lasiman menyebut, pada kondisi normal panen tembakau mulai berlangsung akhir Agustus dan mencapai puncak pada September.

Tahun ini, puncak panen raya diperkirakan bergeser hingga November, dengan catatan kondisi cuaca tetap mendukung.

”Normalnya akhir Agustus dan puncaknya biasanya September. Tahun ini diprediksi November itu puncak panen raya,” ungkapnya.

Meski waktu panen mundur dan tidak serentak, Lasiman berharap kondisi cuaca tetap mendukung hingga masa panen.

Baca Juga: Binrohtal: Maulid Nabi, Saatnya Menghidupkan Akhlak Rasulullah

Kemarau yang diprediksi panjang diharapkan membantu petani memperoleh hasil panen yang baik.

”Insya Allah dan semoga baik hasil panennya. Karena prediksinya juga kemarau panjang,” katanya.

Tahun ini, luas tanaman tembakau di Jombang diperkirakan mencapai sekitar 6.500 hektare. Lahan tersebut tersebar di lima kecamatan di wilayah utara Sungai Brantas. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
panen Tembakau apti Jombang mundur