31 Tahun Jualan di PCN Jombang, Pedagang Ini Menunggu Pasarnya Ramai Lagi

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:17 WIB
MATI SURI: Deretan lapak PCN Jombang lantai dua yang ditinggal pedagang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
MATI SURI: Deretan lapak PCN Jombang lantai dua yang ditinggal pedagang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – A Fauzi, pedagang lantai dua PCN Jombang yang berjualan sejak 1995, menyambut baik kabar rencana keterkaitan investor mengembangkan kawasan itu. 

Dia berharap pasar kembali ramai tanpa membuat pedagang lama kehilangan tempat.

Menurutnya, penataan kembali bisa menjadi momentum untuk mengembalikan keramaian pasar.

Baca Juga: Juara Porkab Jombang Karate Belum Tentu Masuk Tim Porprov 2027

”Bagus, kalau keinginannya ingin meramaikan lagi di sini (lantai dua),” katanya.

Meski demikian, hingga kini pedagang mengaku belum mendapat sosialisasi lanjutan terkait rencana pemanfaatan lantai dua.

Sejak bangunan semi permanen yang sebelumnya digunakan pedagang dibongkar pemerintah pada 2024, belum ada tindak lanjut konkret kawasan tersebut akan digunakan untuk apa.

”Belum ada kabar lagi. Kami juga nggak tahu mau diapakan,” imbuhnya.

Baca Juga: Delapan Bangunan di Tambakrejo Jombang Dibongkar Jelang Muktamar NU, Pedagang Dapat Kompensasi Segini

Fauzi mengaku menyerahkan rencana penataan kepada pemerintah apabila investor benar-benar menyewa dan mengembangkan lantai dua PCN.

Namun, dia berharap keberadaan pedagang lama tetap diperhatikan.

”Manut sama pemerintah mau dikemanakan. Pokoknya kami yang bertahan ini tetap dikasih tempat,” tuturnya.

Dia juga tidak mempermasalahkan jika lantai dua nantinya ditata ulang. Justru, penataan dinilai bisa menjadi jalan untuk menghidupkan kembali kawasan yang selama ini sepi.

”Ya tidak apa-apa ditata lagi, biar pasar di sini (lantai dua) ramai lagi,” ucapnya.

Fauzi menyebut, meski kondisinya sepi, masih ada sejumlah pedagang yang bertahan di lantai dua PCN. Pedagang kerupuk seperti dirinya sekitar enam orang.

Baca Juga: Tak Hanya Penginapan, Masjid Agung Jombang Siapkan Sarapan untuk Muktamirin

Selain itu, terdapat sekitar tujuh pedagang pracangan dan empon-empon serta seorang pedagang sayur.

Sementara pedagang daging hanya berjualan pada pagi hari.

”Pedagang daging hanya berjualan pagi hari. Sekitar pukul 09.00, mereka sudah pulang,” ujarnya.

Fauzi sendiri telah berjualan di lantai dua PCN sejak 1995. Selama puluhan tahun, dia mengaku tidak pernah berpindah lokasi.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, PBNU Diingatkan soal Marwah Organisasi

”Sejak 1995 sudah jualan di sini, sampai sekarang tidak pindah,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Jombang memastikan pedagang lama tidak akan tersingkir apabila rencana pemanfaatan lantai dua oleh investor terealisasi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Anjik Eko Saputro mengatakan, sekitar tujuh pedagang lama masih bertahan di lantai dua.

Mereka memiliki pelanggan sehingga tetap akan diberdayakan.

”Jadi untuk lantai dua itu ada sekitar tujuh pedagang lama di sana yang tetap bertahan. Mereka sudah punya langganan juga. Jadi mereka tetap diberdayakan,” katanya.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, PBNU Diingatkan soal Marwah Organisasi

Pemkab juga memastikan pedagang lama tetap mendapat kesempatan berjualan di lokasi tersebut. Mereka tidak akan dipindahkan ke tempat lain.

”Mereka tetap diberi kesempatan berjualan di situ. Yang jelas tidak dipindahkan mereka. Kami juga membuka lebar pedagang menempati tempat itu, tidak dipindah ke lokasi yang lain,” ujarnya.

Sebelumnya, lantai dua PCN Jombang yang selama bertahun-tahun mati suri mulai dilirik pihak ketiga. Pemkab Jombang telah menerima penawaran pemanfaatan area tersebut untuk dikembangkan menjadi kawasan komersial. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
ramai PCN investor Jombang pasar