JombangBanget.id – Sebanyak 13 dari 1.217 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Jombang mengundurkan diri saat pendataan berlangsung.
Dengan petugas yang mundur setelah pelatihan wajib mengembalikan biaya hingga Rp 1,1 juta.
Disisi lain, pendataan lapangan ditargetkan rampung pada 16 Agustus.
Baca Juga: P-APBD 2026 Jombang Naik, Transfer Pusat Justru Menyusut
Kepala BPS Kabupaten Jombang Mouna Sri Wahyuni mengatakan, dari total 1.217 petugas yang diterjunkan dalam SE 2026, sebanyak 13 orang mengundurkan diri.
Lima petugas mundur setelah mengikuti pelatihan, tetapi belum turun ke lapangan.
Sedangkan delapan lainnya berhenti ketika proses pendataan masih berlangsung.
Menurut Mouna, petugas yang mundur setelah mengikuti pelatihan wajib mengembalikan biaya pelatihan.
Baca Juga: Lomba Kerakyatan di Jombang, Gus Sentot Ajak Anak Rajin Belajar
Nilainya berkisar Rp 700 ribu hingga Rp 1,1 juta, terutama untuk biaya transportasi selama pelatihan.
’’Karena ini biaya negara, maka yang mengundurkan diri setelah pelatihan harus mengembalikan biaya pelatihan. Rata-rata sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 1,1 juta, terutama biaya transport selama pelatihan,’’ ujarnya ditemui kemarin (11/8).
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas anggaran negara yang telah digunakan untuk membekali petugas sebelum terjun ke lapangan.
Di sisi lain, BPS harus bergerak cepat mencari pengganti agar target pendataan tidak terganggu.
’’Pekerjaan ini harus selesai. Kalau ada yang mengundurkan diri dan tidak ada penggantinya, tentu target tidak akan tercapai. Sehingga saat ini sudah terganti semuanya,’’ tegasnya.
Mouna menyebut, alasan petugas mengundurkan diri cukup beragam.
Namun, tekanan pekerjaan di lapangan menjadi salah satu faktor yang dominan.
Baca Juga: 302 Pembina Ekstrakurikuler Keagamaan Jombang Dapat Kepastian Honor, Segini Nilainya
Selain dibebani target harian, petugas juga harus menghadapi penolakan dari masyarakat saat melakukan pendataan.
’’Petugas kita walaupun sudah diberikan pemahaman konsep, definisi, dan cara menghadapi responden, tetapi di lapangan tidak mudah. Ada penolakan-penolakan yang sering terjadi sehingga sebagian petugas tidak kuat dengan tekanan yang ada,’’ katanya.
Setiap petugas dituntut menyelesaikan sedikitnya 12 responden per hari.
Namun, target tersebut bisa meningkat menjadi 17 hingga 20 responden apabila progres pendataan dinilai masih rendah.
Baca Juga: Kolom Jumat Masjid Baitul Mukminin Jombang: Kelangkaan Orang Jujur
’’Kadang-kadang progres kita rendah sehingga target dinaikkan menjadi 17 sampai 20 responden per hari. Karena kita ingin progres Jombang sejalan dengan daerah lain,’’ jelasnya.
Tantangan petugas tak berhenti pada target. Persepsi negatif sebagian masyarakat terhadap kegiatan sensus juga menjadi kendala.
Sejumlah warga menolak didata karena mengira SE berkaitan dengan pajak maupun bantuan sosial.
’’Di awal kami berhadapan dengan sentimen negatif di media sosial. Ada yang takut nanti berhubungan dengan pajak, ada yang merasa tidak pernah menerima bantuan sehingga tidak mau didata. Padahal sensus ini murni untuk kebutuhan statistik dan pembangunan,’’ paparnya.
Selain beban kerja dan penolakan responden, sebagian petugas mundur karena telah mendapatkan pekerjaan lain.
Salah satunya setelah diterima bekerja di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Baca Juga: Ngopi Bareng OPD Pemkab Jombang, Bank Jatim Kenalkan Program UMKM
’’Alasannya bermacam-macam. Ada yang merasa tidak mampu melaksanakan tugas, ada yang melihat bebannya terlalu berat, ada juga yang sudah diterima bekerja di tempat lain,’’ tambahnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, capaian SE 2026 di Jombang sejauh ini tergolong tinggi.
Dari target sekitar 635 ribu unit pendataan yang mencakup usaha dan keluarga, realisasi pendataan telah mencapai 92 persen.
Pendataan lapangan ditargetkan rampung pada 16 Agustus. Setelah itu, BPS masih melakukan pembenahan data hingga 31 Agustus.
Baca Juga: Bank Jatim Sediakan 20 Stan Bazar, UMKM Jombang Dapat Ruang Promosi
Termasuk mendatangi kembali responden yang sebelumnya menolak maupun belum berhasil ditemui petugas.
’’Alhamdulillah saat ini sudah 92 persen. Setelah lapangan selesai, kami masih melakukan pembenahan dan kunjungan ulang sampai akhir Agustus,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz