Cabai hingga Sayuran di Jombang Naik, Ini Daftar Harganya

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB
Pedagang di Pasar Legi Jombang melayani pembeli. (Azmy Endiyana/Radar Jombang)
Pedagang di Pasar Legi Jombang melayani pembeli. (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Harga cabai dan sejumlah sayuran di Pasar Legi Jombang naik dalam sepekan terakhir.

Akibat pasokan dari daerah produsen berkurang karena cuaca ekstrem.

Cabai rawit mencapai Rp 55 ribu per kilogram, sedangkan timun Rp 15 ribu, buncis Rp 18 ribu, dan tomat Rp 8 ribu per kilogram.

Baca Juga: Wiwit Kopi Segunung Wonosalam Jombang, Saat Warga Arak Hasil Bumi

Kenaikan paling terasa pada cabai rawit. Harganya kini mencapai Rp 55 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 50 ribu. Cabai besar juga terkerek dari Rp 37 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Rahayu, pedagang sayur di Pasar Legi, menyebut pasokan dari petani turun drastis. Kondisi tersebut membuat harga sejumlah komoditas ikut terdongkrak.

”Pasokan berkurang, permintaan tetap tinggi. Harga otomatis naik,” katanya.

Selain cabai, kenaikan terjadi pada sejumlah sayuran. Harga timun naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, 75 Titik PJU di Jombang Diganti LED

Buncis dari Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu. Sedangkan tomat naik dari Rp 6 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilogram.

”Yang naik signifikan itu timun, cabai kecil, cabai besar, buncis, dan tomat. Kenaikannya terasa dalam sepekan terakhir,” beber Rahayu.

Menurut dia, cuaca ekstrem turut mengganggu hasil panen petani. Namun, tidak semua harga komoditas naik. Bawang merah justru turun dari Rp 30 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

Sementara bawang putih masih bertahan di harga Rp 30 ribu.
Kenaikan harga mulai memengaruhi pola belanja masyarakat.

Nur, pengunjung Pasar Legi, mengaku memangkas pembelian cabai dan buncis. Dia memilih menggantinya dengan sayuran lain yang harganya lebih terjangkau.

”Terpaksa saya kurangi. Ganti sayuran lain yang harganya masih terjangkau,” ujarnya.

Kabid Sarana Perdagangan dan Bahan Pokok Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Hikha Ratri Widyashanti mengatakan, pihaknya telah memantau harga dan pasokan di sejumlah pasar tradisional.

Baca Juga: Lahan Parkir Muktamar NU di Jombang Disiram Tiap Hari, Ini Alasannya

Di antaranya Pasar Pon, Pasar Cukir, dan Pasar Ploso.

Hasil pemantauan menunjukkan, kenaikan harga cabai dan sejumlah sayuran dipicu berkurangnya volume pasokan dari daerah produsen.

Perubahan cuaca berdampak terhadap produktivitas panen di tingkat petani, sementara permintaan masyarakat cenderung stabil.

”Perubahan cuaca memicu penurunan produktivitas panen di tingkat petani. Sementara permintaan masyarakat cenderung stabil,” terang Hikha.

Baca Juga: Peserta Non-BPJS Tetap Dilayani, Panitia Muktamar NU di Jombang Surati Kemenkes

Meski demikian, Hikha memastikan belum terjadi kelangkaan komoditas di pasar Jombang. Ketersediaan pasokan di tingkat eceran masih terjaga.

”Secara keseluruhan ketersediaan pasokan di pasar eceran masih terjaga,” tegasnya.

Untuk mencegah kenaikan harga berlanjut, Disdagrin memperkuat kerja sama antardaerah (KAD) dengan daerah sentra produksi yang memiliki surplus komoditas.

Pengawasan distribusi juga dilakukan bersama Satgas Pangan untuk mencegah spekulasi maupun penimbunan.

Baca Juga: Peserta Non-BPJS Tetap Dilayani, Panitia Muktamar NU di Jombang Surati Kemenkes

”Kami berupaya menjaga kestabilan harga dan kelancaran pasokan agar masyarakat tetap mendapat bahan pangan terjangkau,” pungkas Hikha. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
cabai sayuran Jombang harga naik