Renungan Minggu: Hidup Rukun dan Saling Mengasihi, Ini Pesan Mazmur 133 yang Relevan Saat Ini

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh.
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh.

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya hidup rukun.

’’Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya,’’ tuturnya mengutip Mazmur 133:1,3.

Di tengah dunia yang semakin dipenuhi perselisihan, perpecahan, dan sikap mementingkan diri sendiri, firman Tuhan mengingatkan bahwa kerukunan adalah sesuatu yang‘’’baik’’ dan ’’indah’’.

Baca Juga: Binrohtal: Lima Ciri Hamba yang Dikehendaki Allah, Salah Satunya Selalu Tenang Saat Beribadah

Kerukunan bukan berarti semua orang selalu memiliki pendapat yang sama. Tetapi memiliki hati yang sama untuk saling mengasihi, menghormati, mengampuni, dan mengutamakan Tuhan.

Mazmur 133 adalah nyanyian ziarah yang dinyanyikan umat Israel ketika mereka datang bersama-sama ke Yerusalem untuk beribadah.

Mereka berasal dari berbagai suku dan latar belakang, tetapi ketika berkumpul di hadapan Tuhan, mereka disatukan oleh kasih dan penyembahan kepada-Nya. Dari sinilah lahir sukacita yang sejati.

Ada dua pesan penting dari ayat di atas:

Pertama, Kerukunan adalah sesuatu yang baik dan indah (ayat 1). Pemazmur menggunakan dua kata yang sangat kuat: baik dan indah.

Baca Juga: Tak Hanya Cari Juara, Danrem Cup di Jombang Jadi Ruang Silaturahmi Lintas Komunitas

Baik berarti berkenan kepada Allah dan membawa manfaat. Indah berarti menyenangkan untuk dilihat dan dirasakan.

Rumah tangga yang rukun menjadi tempat yang nyaman. Gereja yang rukun menjadi kesaksian bagi dunia. Bangsa yang rukun akan lebih mudah mencapai tujuan bersama.

Kerukunan tidak muncul dengan sendirinya. Kerukunan dibangun melalui kerendahan hati, saling menghormati, dan komitmen untuk menjaga kesatuan hati.

Seikat lidi sulit dipatahkan, tetapi satu batang lidi sangat mudah dipatahkan. Demikian pula ketika kita hidup dalam persatuan, akan menjadi kuat menghadapi berbagai tantangan.

Kedua, Kerukunan membuka pintu berkat Tuhan (ayat 3). Pemazmur menggambarkan kerukunan seperti embun Gunung Hermon yang memberi kesegaran bagi tanah yang kering.

Baca Juga: Profil M Yusuf Junaidi, Kepala MTsN 5 Jombang yang Kembali ke Almamater sebagai Pemimpin

Embun turun dengan lembut, tetapi membawa kehidupan. Begitu pula berkat Tuhan akan datang ketika hubungan itu dipenuhi damai.

Mazmur ini ditutup dengan kalimat yang sangat penting: ’’Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.’’ Artinya, Tuhan berkenan mencurahkan berkat-Nya kepada orang-orang yang hidup dalam kesatuan.

Berkat bukan hanya berupa materi, tetapi juga damai sejahtera, sukacita, kekuatan, kesehatan rohani, serta hubungan yang dipulihkan.

Baca Juga: Permohonan Poligami di Jombang Meningkat, PA Catat 7 Perkara Hingga Segini

’’Kerukunan bukan sekadar nilai sosial, tetapi kehendak Allah bagi umat-Nya. Ketika kita hidup rukun, Tuhan dipermuliakan, sesama diberkati, dan hati kita dipenuhi sukacita. Tuhan Yesus memberkati,’’ ungkapnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
hidup rukun mazmur Renungan Minggu Jombang Petrus Harianto