JombangBanget.id – Sejumlah petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang resah dengan kondisi saluran irigasi yang diduga tercemar limbah industri.
Air berbau, berbusa, dan berwarna aneh. Sebagian bahkan masuk ke areal persawahan.
Salah satu petani mengatakan, keberadaan saluran yang diduga tercemar limbah sudah berlangsung cukup lama.
Baca Juga: Gus Sentot Luncurkan Program Renang Gratis untuk Anak-Anak Jombang, 120 Peserta Tiap Bulan
”Airnya berbau, berbusa, warnanya juga aneh, sepertinya dari limbah pabrik,” terang Anas, salah satu petani kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (30/7).
Yang membuatnya waswas, sebagian air masuk ke areal sawahnya. Bahkan sebelumnya dampaknya mulai mengancam tanaman.
”Kemarin tanaman yang terkena tak bisa tumbuh normal. Sifat tanahnya juga berubah, seperti bercampur oli,” bebernya.
Tidak hanya sawahnya, sejumlah petak sawah milik petani lainnya juga terdampak.
Baca Juga: Binrohtal: Iman Bisa Bertambah dan Berkurang, Ini Amalan untuk Menjaganya
”Jadi banyak sawah di pinggir saluran terdampak,” sambung Mul, petani lainnya.
Para petani khawatir, jika tidak segera ditangani, dampaknya semakin meluas.
”Petani jadi susah, kalau nanti air datang, limbahnya bisa melebar ke mana-mana,” bebernya.
Karena merasa resah, sejumlah petani terdampak sempat mengadukan permasalahan tersebut ke pemerintah desa.
”Sudah lapor ke pemerintah desa juga,” bebernya.
Belakangan ada kegiatan pengerukan saluran.
Baca Juga: Kualitas Jadi Prioritas, Pemkab Jombang Periksa Kain Seragam Gratis Sebelum Produksi
”Kurang tahu dari pihak mana, tapi karena limbahnya dibuang di pinggir saluran, jadinya sebagian masuk ke sawah,” bebernya.
Petani berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten untuk menindaklanjuti.
”Kalau bisa dicek kandungannya, terus ditelusuri dari mana. Kalau begini petani dirugikan,” tegas Anas. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz