Musim Kemarau, Air Embung Grojokan Jombang Mulai Susut

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:08 WIB
MULAI SUSUT: Warga memancing di area Embung Grojokan di Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
MULAI SUSUT: Warga memancing di area Embung Grojokan di Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
JombangBanget.id – Debit air Embung Grojokan di Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, Jombang mulai menyusut memasuki musim kemarau.

Meski masih menyimpan cadangan air, volumenya terus berkurang sehingga tidak lagi mampu mengairi tanaman padi secara normal.

Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan air turun signifikan.

Baca Juga: Gagasan dan Harapan untuk Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)

Aliran tidak lagi mencapai spillway, sementara sejumlah titik embung yang sebelumnya tergenang kini mengering.

Meski demikian, genangan di beberapa bagian masih dimanfaatkan warga untuk memancing.

Sumaji, warga setempat, mengatakan penyusutan debit air mulai terjadi sekitar sebulan terakhir.

”Terakhir dipakai mengairi sawah yang mau panen. Sekarang padinya sudah dipanen, petani mulai persiapan tanam tembakau dan jagung,” ujarnya.

Baca Juga: Binrohtal: Ulama dan Umara Harus Bersatu Demi Kemaslahatan Umat

Embung masih bisa dimanfaatkan, tetapi petani harus menggunakan pompa diesel karena air tidak lagi mengalir secara gravitasi.

”Setelah ini sudah tidak ada yang tanam padi, kebanyakan tanam tembakau dan jagung,” imbuhnya.

Kepala Desa Plabuhan Andi membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, penyusutan debit berlangsung bertahap dalam satu hingga dua bulan terakhir.

”Biarpun surut, kadang masih bisa dimanfaatkan dengan pompa diesel. Biasanya puncak kemarau Agustus–Oktober sudah tidak bisa dipakai lagi,” jelasnya.

Saat musim hujan, Embung Grojokan mampu mengairi sawah hingga Desa Kampungbaru. Namun saat kemarau, pemanfaatannya terbatas hanya untuk lahan di Desa Plabuhan.

Petugas Bendung Grojokan BBWS Brantas, Heri Supriadi, menambahkan air embung terakhir kali dilepas untuk irigasi padi.

Baca Juga: Polres Jombang Larang Karnaval dan Sound Horeg Selama Muktamar NU, Ini Alasannya

”Setelah ini biasanya dipakai untuk tembakau saja. Sudah tidak bisa lagi untuk tanaman padi,” katanya.

Dengan sisa cadangan air yang ada, embung diperkirakan masih mampu menopang satu musim tanam tembakau.

”Kalau untuk irigasi padi sudah tidak mungkin lagi,” tandasnya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
plabuhan embung rojokan irigasi Jombang kemarau