Binrohtal: Empat Keutamaan yang Harus Diiringi Tanggung Jawab

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 09:26 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengurus MWCNU Kecamatan Sumobito, Jombang, H Ahmad Mauzul, menjelaskan empat perkara yang lahirnya keutamaan dan batinnya kewajiban.

’’Bergaul dengan orang saleh keutamaan, sedangkan mengikuti jejak mereka kewajiban. Membaca Alquran keutamaan, sedangkan mengamalkan isinya kewajiban. Ziarah kubur keutamaan, sedangkan mempersiapkan diri menuju kubur kewajiban. Menjenguk orang sakit keutamaan, sedangkan berwasiat ketika sakit kewajiban,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (22/7).

Pertama, bergaul dan duduk bersama ulama, kiai serta orang-orang saleh penuh keberkahan.

Baca Juga: Kepala Desa se-Jombang Turun ke Lapangan, Mantapkan Persiapan PKDI Cup 2026

Namun keberkahan itu belum sempurna jika kita tidak meneladani akhlak, keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan mereka.

Allah Ta’ala berfirman di QS At-Taubah 119; Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kalian dengan orang-orang yang benar.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah berkata bahwa beliau tidak hanya mengambil ilmu dari para gurunya, tetapi juga mencontoh adab, ibadah, dan kesabaran mereka.

Sebab ilmu tanpa teladan hanya akan menjadi hafalan. Sedangkan ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya.

Baca Juga: Profil dr Rifat Nurfahri, Direktur Operasional RSU dr Moedjito Jombang yang Berpegang pada Prinsip Belajar dan Mengabdi

Kedua, membaca Alquran ibadah yang sangat mulia. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.

Tujuan utama Alquran bukan sekadar dibaca, melainkan diamalkan.

Allah Ta’ala berfirman: Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya (QS Shad 29).

Abdullah bin Mas'ud radiyallahu 'anhu pernah mengatakan, para sahabat mempelajari sepuluh ayat Alquran.

Mereka tidak berpindah kepada ayat berikutnya sebelum memahami dan mengamalkan kandungannya.

Ketiga, tujuan utama ziarah kubur bukan sekadar datang dan membaca doa, tetapi menyadarkan diri bahwa suatu saat kita pun akan menghuni liang lahat.

Baca Juga: Kabur Bawa Motor Petugas RPS Dinsos Jombang, Remaja Terlantar Kecelakaan hingga Meninggal

Rasulullah bersabda: Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur mengingatkan kalian kepada akhirat.

Allah Ta’ala berfirman: Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati (QS Ali 'Imran 185).

Utsman bin Affan radiyallahu anhu saat di kuburan selalu menangis.

Ketika ditanya alasannya, dia pernah mendengar Rasulullah bersabda: ’’Sesungguhnya kubur persinggahan pertama dari perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka tahapan setelahnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat darinya, maka tahapan setelahnya akan lebih berat.’’

Baca Juga: Kios Pasar Perak Masih Sepi Peminat, Disdagrin Jombang Siapkan Penertiban Lanjutan

Rasulullah juga bersabda: Aku tidak pernah melihat suatu pemandangan yang lebih dahsyat daripada kubur.

Keempat, menjenguk orang sakit merupakan sunah yang berpahala besar.

Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya yang sakit melainkan ia berada di taman-taman surga hingga ia pulang.

Ketika kita sakit, hendaknya mempersiapkan diri menghadap Allah Ta’ala.

Di antaranya dengan memperbanyak tobat, menyelesaikan utang, meminta maaf kepada sesama, serta berwasiat tentang hak-hak yang masih menjadi tanggungannya.

Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz jatuh sakit menjelang wafatnya, para keluarganya berkumpul mengelilinginya.

Baca Juga: Menara Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Dipercantik Sambut Muktamar NU, Ini Filosofinya

Sebagian orang menyarankan agar beliau meninggalkan harta untuk anak-anaknya. Namun Umar bin Abdul Aziz menolak.

Beliau berkata; ’’Jika anak-anakku menjadi orang saleh, maka Allah akan mencukupi mereka. Tetapi jika mereka menjadi orang yang durhaka, aku tidak ingin membantu mereka dengan harta untuk bermaksiat kepada Allah.’’

Beliau kemudian berwasiat agar seluruh hak manusia yang masih menjadi tanggungannya segera diselesaikan.

Setelah itu beliau memperbanyak istigfar dan berzikir hingga Allah memanggilnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
keutamaan Binrohtal Jombang tanggung jawab