Renungan Minggu: Bersyukur dan Memiliki Rasa Cukup Jadi Kunci Kebahagiaan

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 07:34 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh.
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh.

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya memiliki rasa cukup agar hati bahagia.

’’Di zaman sekarang, banyak orang merasa hidupnya tidak bahagia karena merasa tidak pernah cukup,’’ ucapnya.

Sudah memiliki rumah, ingin yang lebih besar. Sudah memiliki pekerjaan, ingin penghasilan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Kepala Desa se-Jombang Turun ke Lapangan, Mantapkan Persiapan PKDI Cup 2026

Sudah memiliki banyak berkat, tetapi masih sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Akhirnya hati kehilangan sukacita karena selalu merasa kurang.

Bukan karena Tuhan tidak memberkati, tetapi karena keinginan terus bertambah tanpa pernah disertai rasa syukur.

Alkitab tidak melarang kita bekerja keras atau berusaha menjadi lebih baik. Namun firman Tuhan mengajarkan agar kita memiliki hati yang puas dan selalu bersyukur atas pemeliharaan-Nya.

Bersyukur adalah kunci kekuatan rohani yang mengubah perspektif, mendatangkan sukacita, dan mengaktifkan iman di tengah rintangan.

Baca Juga: Profil dr Rifat Nurfahri, Direktur Operasional RSU dr Moedjito Jombang yang Berpegang pada Prinsip Belajar dan Mengabdi

Rasa cukup bukan berarti berhenti bermimpi atau tidak mau berkembang.

Rasa cukup adalah menyadari bahwa Tuhan telah mencukupkan kebutuhan kita hari ini, sambil tetap setia mengerjakan tanggung jawab yang Dia percayakan.

Siapa yang memiliki rasa cukup akan lebih mudah bersyukur dan bahagia hidupnya. Mengapa? Karena ia tidak dikuasai oleh iri hati.

Ia tidak rela mengorbankan kejujuran demi keuntungan. Ia tidak menjadikan harta sebagai tujuan hidup, melainkan Tuhan sebagai sumber segala berkat.

Di tengah budaya yang terus mendorong kita untuk memiliki lebih banyak, marilah kita belajar menghargai apa yang telah Tuhan berikan.

Sebab kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya yang kita miliki, tetapi pada dekatnya hubungan kita dengan Tuhan.

Baca Juga: Kabur Bawa Motor Petugas RPS Dinsos Jombang, Remaja Terlantar Kecelakaan hingga Meninggal

Firman Tuhan berkata, ’’Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.’’ (1 Timotius 6:6)
Apakah hati kita sudah dipenuhi rasa syukur atau selalu merasa kurang?

Apakah kita lebih mengejar berkat Tuhan, atau lebih dahulu mengejar Tuhan Sang Pemberi Berkat? Coba kita renungkan hal ini.

Belajarlah memiliki rasa cukup di dalam Tuhan, sebab ketika hati ini dipenuhi dengan ucapan syukur, kita akan menikmati damai sejahtera yang tidak bergantung pada banyaknya harta atau keberhasilan. 

’’Percayalah, bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan Dia akan mencukupkan setiap kebutuhan orang yang tetap setia kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati,’’ urainya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
rasa cukup gpdi house of prayer Renungan Minggu bersyukur Jombang