JombangBanget.id – Harga gabah di tingkat petani Jombang masih bertahan tinggi pada musim panen kemarau.
Gabah kering panen (GKP) kini berada di kisaran Rp 7.500–Rp 7.800 per kilogram, jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram.
Hadi, petani asal Dusun Gondekan, Desa Jabon, menyebut hasil panennya langsung dijual ke tengkulak dengan harga Rp 7.800 per kilogram.
Baca Juga: Anak Jadi Pemimpin Upacara, Begini Cara DPPKB-PPPA Jombang Dorong Partisipasi Generasi Muda
”Sekitar 15 hari lalu masih Rp 7.500 per kilogram. Sekarang sudah Rp 7.800,” ujarnya.
Harga tersebut juga diakui Sarwi, salah seorang tengkulak gabah.
Ia membeli GKP seharga Rp 7.800 per kilogram, sementara gabah kering giling (GKG) mencapai Rp 9.000 per kilogram.
”Harga beli ke petani Rp 7.800 per kilogram. Kalau GKG sudah Rp 9.000,” katanya.
Baca Juga: Grand Final Duta GenRe Jombang 2026, Para Finalis Bawa Misi Edukasi Generasi Muda
Sarwi menambahkan, biaya sewa mesin combine harvester untuk lahan 1.400 meter persegi mencapai Rp 300 ribu, dengan hasil panen rata-rata sekitar 1 ton gabah.
Kondisi gabah yang dibeli relatif baik karena tidak terserang hama wereng.
Musim panen kemarau kini berlangsung di berbagai wilayah Jombang.
Sekitar 50 persen areal persawahan sudah memasuki masa panen, termasuk di Desa Tunggorono, Diwek, dan Jogoroto.
Kepala Dinas Pertanian Jombang M. Rony membenarkan harga gabah masih tinggi.
”Harga GKP hari ini Rp 7.500–Rp 7.800 per kilogram, di atas HPP Rp 6.500,” jelasnya.
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Pramuka Garuda
Menurut Rony, tingginya harga dipengaruhi produksi musim kemarau yang lebih rendah dibanding musim penghujan.
”Volume panen tidak sebanyak musim hujan. Luas panennya juga lebih sempit, sementara serapan kebutuhan tetap tinggi sehingga harga gabah masih cukup bagus,” pungkasnya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz