Binrohtal: Muraqabah, Kunci Menjaga Amanah dan Integritas di Tengah Tantangan Zaman

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 07:18 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Direktur Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Dr KH Achmad Roziqi, menjelaskan pentingnya bersama Allah Ta’ala di setiap langkah kehidupan.

’’Imam al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah mengingatkan: Ketahuilah, sahabatmu yang tidak pernah berpisah darimu, baik ketika menetap maupun bepergian, ketika tidur maupun terjaga, bahkan ketika hidup maupun setelah kematianmu, adalah Tuhanmu, Rabbmu, Penguasamu, Penciptamu. Seandainya engkau benar-benar mengenal-Nya, niscaya engkau akan menjadikan-Nya sebagai sahabat, sementara manusia berada di belakang,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (20/7).

Ini bukan sekadar nasihat spiritual, tetapi sebuah perubahan cara pandang.

Kebanyakan manusia merasa aman karena banyak teman, banyak pengikut, atau banyak relasi.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Membantu Orang Tua

Al-Ghazali mengajak kita menyadari bahwa semua itu bersifat sementara.

Yang benar-benar menyertai kita sejak sebelum lahir hingga setelah kematian hanyalah Allah Ta’ala.

Beliau kemudian memberikan solusi yang sangat realistis.

Jika belum mampu menghadirkan Allah dalam setiap detik kehidupan, jangan sampai siang dan malam berlalu tanpa ada waktu khusus untuk berduaan dengan-Nya; Bermunajat, berzikir, membaca Alquran, dan mencurahkan isi hati kepada-Nya.

Baca Juga: Akses Kawasan Industri Utara Brantas Jombang Terhambat, Belasan Jembatan Masih Jadi Titik Penyempitan

Inilah ’’quality time’’ yang sesungguhnya antara seorang hamba dengan Rabbnya.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Hadid 4; Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.

Kebersamaan Allah bukanlah kebersamaan secara fisik atau menempati suatu tempat.

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Marah Labid menjelaskan; Allah bersama hamba-Nya dengan ilmu, kekuasaan, penciptaan, dan pengawasan-Nya.

Baca Juga: Grassroots OFS League 2026 Tuntas, SDN di Jombang Ini Juara Tanpa Terkalahkan

Tidak ada bisikan hati, langkah kaki, maupun lintasan pikiran yang luput dari pengetahuan-Nya.

Kesadaran ini melahirkan sikap muraqabah, yaitu merasa selalu diawasi Allah Ta’ala.

Orang yang memiliki muraqabah tidak hanya baik ketika berada di depan manusia.

Tetapi juga tetap menjaga integritas ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya. Sebab ia yakin, pandangan Allah tidak pernah lengah.

Baca Juga: Sembilan Keistimewaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, Kembali ke Akar Sejarah hingga Dongkrak Ekonomi

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam merangkum seluruh nilai tersebut dalam sabda yang sangat singkat tetapi sarat makna: ’’Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada.’’

Dalam Dalil al-Falihin dijelaskan, takwa berarti melaksanakan seluruh perintah Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Baik ketika berada di tempat ramai maupun ketika sendirian. Takwa bukanlah identitas yang tampak pada pakaian, melainkan kesadaran yang hidup di dalam hati.

Masyarakat hari ini menghadapi krisis yang bukan hanya ekonomi atau teknologi, tetapi juga krisis pengawasan batin.

Banyak orang berbuat baik karena ada kamera. Takut melanggar karena ada hukum, dan berhati-hati karena ada atasan.

Padahal, seorang mukmin memiliki pengawasan yang jauh lebih kuat, yaitu keyakinan bahwa Allah selalu bersamanya.

Baca Juga: Pemkab Jombang Catat 104 Lokasi Tercemar Limbah B3, Pemulihan Lingkungan Terus Berjalan

Apabila kesadaran ini tumbuh, kejujuran tidak lagi membutuhkan CCTV. Amanah tidak lagi menunggu pengawasan. Integritas tidak lagi bergantung pada pujian manusia.

Sebab ukuran utamanya adalah keridaan Allah Ta’ala.

Karena itu, marilah kita melatih hati untuk selalu bersama Allah.

Sisihkan waktu setiap hari untuk bermunajat, memperbanyak zikir, membaca Alquran, dan melakukan muhasabah.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jombang Mundur ke 31 Juli, Ini Alasan dan Persiapannya

Semakin dekat seseorang dengan Allah Ta’ala, semakin tenang jiwanya menghadapi hiruk-pikuk kehidupan.

Pada akhirnya, manusia akan ditinggalkan oleh keluarga, sahabat, jabatan, dan seluruh harta yang dimilikinya.

Namun, kedekatan dengan Allah akan tetap menyertai hingga akhir perjalanan.

Maka, tidak ada teman yang lebih setia daripada Allah, dan tidak ada ketenangan yang lebih hakiki selain hidup dalam naungan-Nya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
muroqabah tantangan zaman Amanah Binrohtal Jombang