Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemerintah Tetapkan HAP Telur Rp 24 Ribu per Kilogram, Peternak Jombang Minta Pengawasan Ketat

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 16 Juli 2026 | 06:33 WIB
Peternak ayam petelur di Jombang.
Peternak ayam petelur di Jombang.

JombangBanget.id – Pemerintah resmi menerapkan kebijakan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp 24 ribu per kilogram.

Aturan ini berlaku efektif mulai 15 Juli 2026. Langkah ini diambil setelah harga telur sempat anjlok hingga Rp 18 ribu per kilogram dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bahan Pokok Penting Disdagrin Jombang, Hikha Ratri Widyashanti, menegaskan pihaknya akan turun langsung menemui pengepul dan distributor.

Tujuannya agar seluruh rantai perdagangan memahami dan mematuhi kebijakan baru tersebut.

Baca Juga: Pelatih Kickboxing Jatim yang Rudapaksa Atlet Nasional di Jombang Didakwa Pasal Berlapis

”HAP ditetapkan sebagai acuan transaksi agar harga tidak jatuh di bawah biaya produksi. Peternak tetap bisa memperoleh keuntungan yang wajar,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan HAP Rp 26.500 per kilogram melalui Keputusan Menteri Pertanian. Kini dilakukan penyesuaian menjadi Rp 24 ribu per kilogram.

”Kami berharap kebijakan ini benar-benar dijalankan sehingga tidak ada lagi pembelian di bawah harga acuan,” tandasnya.

Peternak asal Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Eko Murdiyanto, menyambut baik langkah tersebut. Namun ia menekankan perlunya pengawasan ketat agar harga di lapangan tidak kembali jatuh.

”Untuk menutup biaya produksi sekaligus memperoleh keuntungan, harga ideal minimal Rp 25 ribu per kilogram,” katanya.

Menurut Eko, penurunan harga terjadi saat libur sekolah karena permintaan melemah. Stok telur menumpuk di kandang dan gudang pedagang, memaksa peternak menjual di bawah harga pokok produksi yang diperkirakan Rp 22.300 per kilogram.

Selain pengawasan, peternak berharap pemerintah ikut menekan biaya produksi, terutama harga pakan yang terus naik. Program SPHP jagung dan penyerapan telur langsung oleh Dapur MBG diharapkan bisa membantu.

”Kalau harga pakan lebih terjangkau dan telur diserap langsung dari peternak, kondisi akan lebih stabil,” pungkasnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
peternak telur Ayam petelur harga