Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Selektif Memilih Teman, Ini Tiga Tipologi Sahabat Menurut Kajian Islam

Rojiful Mamduh • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:06 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Wakil Ketua MWCNU Kecamatan Jombang, H Moch Wildan Habibie, menjelaskan pentingnya memilih teman yang baik. 

’’Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar,’’ tuturnya mengutip QS Attaubah 119, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (8/7).

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Seseorang akan mengikuti perilaku orang yang sering bergaul dengannya, maka hendaknya setiap orang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia bergaul.

Teman yang paling baik adalah teman yang dengan melihatnya, mengingatkan kalian kepada Allah, ucapannya menambahkan ilmu bagi kalian, dan perbuatannya mengingatkan kalian akan akhirat.

Baca Juga: Safari Dongeng Islami Hadir Dua Kali Sebulan di Jombang, Gus Sentot Siap Keliling TPQ

Itulah pentingnya memilih sahabat, mengapa? Pepatah Arab mengatakan: Seorang sahabat itu dapat menuntun ke jalan yang benar atau menjerumuskan ke jurang kemungkaran.
Tipologi sahabat terbaik ada tiga. 

Pertama, sahabat untuk akhiratmu. Janganlah engkau memperhatikan padanya kecuali agamanya. Maksudnya, jika seseorang dijadikan teman untuk membantu perjalanan menuju akhirat.

Maka yang harus dicari: Ketaatan kepada Allah. Kebaikan akhlak dan ibadah. Kesalehan dan ketakwaan. Kemampuannya mengingatkan ketika kita lalai.

Sahabat seperti ini akan menolong kita dalam menuntut ilmu, beribadah, berzikir, dan menjauhi maksiat. Karena itu, ukuran utamanya bukan harta, jabatan, ketampanan, atau kedudukan, melainkan agama dan ketakwaannya.

Kedua, sahabat untuk duniamu. Janganlah engkau memperhatikan padanya kecuali akhlak yang baik dan keadaan-keadaan yang membawa kepada kebaikan.

Yang dimaksud adalah teman dalam urusan kehidupan dunia, seperti berdagang, bekerja, bermasyarakat, dan bermuamalah.
Kriteria yang dicari: Jujur, amanah, santun dan tidak suka menipu. Membawa manfaat dan kebaikan.

Karena urusan dunia sangat berkaitan dengan hak manusia, maka akhlak yang baik menjadi syarat utama agar tidak timbul perselisihan dan kerugian.

Ketiga, sahabat untuk menemani dan menghibur hati. Janganlah engkau memperhatikan padanya kecuali keselamatan dari kejahatannya, fitnahnya, dan tipu dayanya.

Maksudnya adalah teman bisa yang dijadikan teman berbincang, bergaul, atau menghilangkan kesepian. Pada tingkat ini tidak dituntut kesalehan yang tinggi atau manfaat dunia yang besar.

Baca Juga: SPMB SDN Tengah Kota Sepi Peminat, Dinas P dan K Jombang Sebut Kekurangan Guru Jadi Penyebab

Yang penting: Tidak menyakiti. Tidak menzalimi. Tidak menipu. Tidak menghasut. Tidak membawa kepada kerusakan.

Jika seseorang tidak banyak memberi manfaat tetapi juga tidak mendatangkan mudarat, maka ia masih layak dijadikan teman pergaulan biasa.

Sahabat akhirat paling berharga karena manfaatnya sampai setelah kematian. Dalam urusan dunia, akhlak lebih penting daripada kepandaian atau kekayaan.

Jika tidak mendapatkan teman yang sangat baik, minimal pilihlah teman yang aman dari gangguan dan keburukannya.

Seorang muslim hendaknya menempatkan setiap orang sesuai kadar manfaat dan pengaruhnya, sehingga tidak salah dalam memilih sahabat. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tipologi #teman #sahabat #Binrohtal #Jombang